AMM dan LAK Tuntut Kejaksaan Tuntaskan Kasus Sijaka

MUNGKID, SM Network – Setelah sebelumnya melakukan audiensi dengan Polres Magelang dan DPRD, selanjutnya Aliansi Masyarakat Magelang (AMM) dan Laskar Anti Korupsi (LAK) melakukan audensi ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Magelang, Rabu (9/9). Dalam kesempatan itu, mereka menuntut Kejari untuk membuktikan statementnya bahwa secara lembaga, mereka tidak terlibat dalam pengadaan Aplikasi Jaga dan Kawal (Si Jaka) Dana Desa.

Sebelumnya, Kepala Kejari Kabupaten Magelang, Edi Irsan Kurniawan, dalam audensi itu mengaku, jika secara pribadi pihaknya tidak mengetahui apa pun terkait aplikasi Si Jaka. “Saya disini (Magelang), baru sekitar tiga bulan. Saya tidak mengetahui apa pun terkait Si Jaka ini,” tegasnya dihadapan perwakilan AMM dan LAK saat melakukan audensi di Kantor Kejari Kabupaten Magelang.

Sebelumnya saat melakukan audiensi dengan DPRD, AMM dan LAK menuntut DPRD agar membuat panitia khusus yang membahas terkait dugaan pelanggaran moral dan kode etik, serta korupsi dalam Bimtek Aplikasi Si Jaka. Direncanakan, setelah dari DPRD dan Kejari Kabupaten Magelang, mereka akan beraudensi ke KPK Korwil VII (Jawa Tengah), yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Kedatangan kami ke sini, bertujuan untuk meminta klarifikasi dan komitmen Kejari untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi Si Jaka ini. Dan yang pasti, kami mendorong di sisi moral dan kode etik, karena masalah hukum sudah ditangani pihak kepolisian,” kata Koordinator AMM Anang Imammudin.

Disampaikan, jika pihaknya menunggu komitmen dari Kepolisian Polres Magelang, untuk melakukan langkah-langkah kongkrit dalam mensikapi masalah Bimtek Aplikasi Si Jaka ini. “Saat ini, kami menunggu komitmen dari kepolisian dalam menuntaskan kasus ini,” imbuh Gunadi Yusuf, salah satu tokoh masyarakat yang ikut dalam audensi kemarin.

Kehadiran AMM dan LAK di Kejari Kabupaten Magelang diterima langsung oleh Ketuanya, Edi Irsan Kurniawan dan jajaran Kepala Seksinya. Sebelumnya, pihaknya mengapresiasi atas kritik dan masukan yang diberikan oleh AMM dan LAK terkait kasus Bimtek Si Jaka dana desa ini.

Untuk diketahui, Program Aplikasi Sistem Informasi Jaga dan Kawal Dana Desa ini, dilaksanakan dua tahap, mulai 28 Juli 2020 kemarin dengan menghadirkan 367 Kepala Desa se Kabupten Magelang di Hotel Artos. Dalam bimtek tersebut diduga terjadi deal dimana kepala desa segera mengeluarkan biaya pengadaan Aplikasi Si Jaka tersebut senilai Rp 8 juta ke pihak ketiga, dengan dana talangan pemerintah desa.

1 Komentar

  1. 230441 140406Today, I went to the beach front with my kids. I found a sea shell and gave it to my 4 year old daughter and said “You can hear the ocean if you put this to your ear.” She put the shell to her ear and screamed. There was a hermit crab inside and it pinched her ear. She never wants to go back! LoL I know this is totally off topic but I had to tell someone! 415522

Tinggalkan Balasan