Aman, Belum Ada Bibit Siklon Masuk ke DIY

YOGYAKARTA, SM Network- Kepala Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Mlati Reni Kraningtyas mengatakan kemungkinan adanya siklon yang menyebabkan terjadinya hujan sangat lebat masuk ke DIY tidak perlu dikhawatirkan. Meski potensi bibit siklon bisa terjadi di perairan sebelah barat di perairan Australia. 

“Tapi kami berharap bibit itu tidak masuk ke perariran kita, di sebelah selatan DIY. Sejauh ini kami pantau siklon yang mendekati DIY belum nampak. Tapi kalau ada potensi itu maka petugas kami akan segara beri warning ke pihak terkait agar bisa bertindak cepat untuk ambil langkah antisipasi,” tutur Reni.

Meski kondisi cuaca sedang tidak bersahabat, Reni meminta masyarakat untuk tetap tenang dan bisa mengantisipasi apa yang terjadi.

Dia mengakui kawasan DIY dan sekitarnya tengah memasuki puncak musim penghujan selama periode Januari hingga Februari ini. Khususnya, dataran-dataran tinggi di provinsi itu pun diprediksi akan sering diguyur hujan lebat. 

“Rata-rata curah hujan untuk saat ini hingga Februari kisaran 10-20 mm/jam, bahkan ada yang di atas 20 mm/jam. Terjadi hampir di semua wilayah DIY sudah dilanda hujan ringan sampai lebat, tapi biasanya di daerah yang topografinya tinggi seperti di Sleman yang dekat dengan pegunungan,” jelas dia.

Menurut Reni, tingginya curah hujan di DIY dan sekitarnya tak terlepas dari suhu muka laut di daerah perairan selatan DIY, termasuk Jateng dimana suhunya sudah cukup hangat dengan kisaran 28 hingga 30 derajat celcius. Dengan suhu yang hangat seperti itu maka memicu penguapan cukup maksimal sehingga berpotensi terbentuknya awan-awan hujan yang bisa mengakibatkan turunnya hujan sedang hingga lebat di DIY dan sekitarnya.

Kilat dan Petir

“Potensi terjadi angin kencang, kilat dan petir juga terjadi pd januari. Dimana awal musim hujan kemarin sudah terlambat. Sehingga pada musim hujan ini jadi karakteristik hampir seperti pancaroba yakni hujan lebat bisa disertai kilat dan petir,” jelas Reni.

Meski sudah memasuki puncak, ujar dia, saat ini belum mengakibatkan kondisi banjir yang cukup siginifikan. Dia pun berhara kondisi cuaca ekstrim tidak seperti di Jabodetabek yang sampai mengakibatkan terjadi bencana banjir.

“Tapi masyarakat harus waspada karena masih puncak musim hujan.  Potensi rawan longsor harus diwaspadai jika terjadi hujan lebat berturut-turut maka potensi longsor besar. Seperti di Samigaluh, Kalibawang,” tandasnya.


Gading Persada

7 Komentar

  1. Like!! I blog quite often and I genuinely thank you for your information. The article has truly peaked my interest.

  2. Hi there, after reading this amazing paragraph i am as well delighted to share my knowledge here with friends.

  3. Your site is very helpful. Many thanks for sharing!

  4. 270959 583493Get started with wales ahead almost every planking. Ones wales truly are a compilation of huge planks 1 particular depth advisors definitely may be the identical towards the entire hull planking even so with even larger density to successfully thrust outward beyond the planking. planking 404191

  5. 511748 768070Would enjoy to constantly get updated fantastic web weblog ! . 399859

Tinggalkan Balasan