SM/Dok : Rektor UAD Dr Muchlas MT (kanan) memotong pita menandai peresmian kampus VI di Wates, Kulon Progo.( Foto: )

YOGYAKARTA, SM Network – Unit bisnis menjadi poin penting dalam pengembangan kampus dan organisasi. Keberadaanya harus dapat memberikan kemaslahatan bagi umat. Karena itulah Universitas Ahmad Dahlan (UAD) membangun pusat bisnis sekaligus kampus VI di Wates, Kulon Progo yang berbatasan dengan Jawa Tengah.

Rektor, Dr Muchlas MT mengungkapkannya dalam peresmian gedung baru Kampus VI yang berlokasi di Triharjo, Wates, Kulon Progo, kemarin. Kampus bekerja sama dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kulon Progo mendirikan gedung tersebut. Peresmian ditandai dengan pemotongan rangkaian bunga dan penandatanganan prasasti oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Haedar Nashir MSi.

”Kampus VI memiliki luas tanah 5.650 meter persegi dengan luas bangunan 1.215 meter persegi. Gedung baru digunakan untuk aktivitas akademik Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam (FAI). Selain itu, juga sebagai Muhmmadiyah Business Center (MBC),” ujar Muchlas.

Menurutnya para pendiri kampus memiliki cita-cita UAD secara fisik merupakan kampus urban university, kampus perkotaan. Di kota akses publik lebih mudah sehingga mendukung kegiatan akademik. Ia juga memiliki keinginan untuk membangun kampus di Sleman dan Gunungkidul. Harapannya, kampus VI UAD dapat menjadi lembaga pendidikan yang berkualitas dan membanggakan Muhammadiyah dan Kulon Progo.

Terdampak Covid-19

Ketua Panitia Pelaksana Pembangunan Drs M Safar Nasir MSi pada laporannya menjelaskan, lantai satu gedung Kampus VI digunakan untuk retail/toko MBC yang terdiri atas lima ruang. Lantai dua dan tiga digunakan untuk perkantoran dan perkuliahan. Pembangunan gedung Kampus VI memakan waktu 14 bulan dari yang semula ditergetkan enam bulan akibat pandemi.

Bupati Kulon Progo diwakili Ir Bambang Tri Budi Harsono MM selaku Ketua Dewan Pengawas Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Aneka Usaha mengapresiasi keberadaan kampus UAD. Kehadiran kampus menambah perguruan tinggi yang ada. Ia berharap kampus tersebut memberi dampak positif bagi masyarakat dan pemerintah, karena akan memberi motivasi orang tua dan generasi muda untuk melanjutkan pendidikan.

Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan kehadiran Muhammadiyah dan amal usahanya memberi kemaslahatan bagi masyarakat Kulon Progo. Meskipun UAD terpencar di berbagai tempat, prinsip unity harus menjadi pondasi untuk mengembangkan pendidikan yang mencerdaskan umat dan bangsa.

”Secara khusus kami berharap Fakultas FAI yang berada di kampus VI menjadi pusat mendidik kader Muhammadiyah, umat, dan bangsa yang memiliki pemahaman Islam berkemajuan. Memahami Islam secara umum dan luas dan membawa misi rahmatan lil alamin,” tandas Haedar.

Kampus VI merupakan bagian kelembagaan dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah (STITM) Wates. Sejarah perjalanan STITM Wates tidak terlepas dari Institut Agama Islam Muhammadiyah Surakarta yang berdiri di Wates pada tahun 1968. Dalam perjalanannya, program studi ini telah mengalami beberapa kali perubahan status sampai pada tahun 2014 bergabung menjadi bagian dari keluarga besar Fakultas Tarbiyah dan Dirasat Islamiyah (FTDI) UAD yang bernama Fakultas Agama Islam (FAI).