Alat Pelindung Diri (APD) Korona di RSUD Temanggung Habis

TEMANGGUNG, SM Network – Ketersediaan alat pelindung diri (APD) bagi petugas yang menangani pasien dalam pengawasan (PDP), di RSUD Temanggung saat ini sudah habis. Hal itu tentu bisa membuat penanganan pasien tidak maksimal, dan petugas yang menangani pasien rentan tertular.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, Suparjo mengatakan, habisnya APD karena memang digunakan menangani tiga pasien dalam pengawasan yang kini dirawat di ruang isolasi RSUD Temanggung. Terlebih APD hanya digunakan untuk sekali pakai saja.

“Untuk Alat Pelindung Diri (APD) kita betul-betul sangat kekurangan, bahkan sekarang sudah habis. Kita baru minta ke Provinsi tapi sudah minta dari tanggal 8 tapi sampai sekarang belum dapat. Persediaan kita sudah habis per hari ini,”ujarnya Rabu (18/3).

Berbagai upaya pun terus dilakukan guna mendapatkan APD ini sebab memang sangat penting penggunaannya. Direktur RSUD Temanggung Tetty Kurniawati pun dikabarkan sedang berusaha mendapatkan barang dari Pekalongan.

“Seandainya ada banyak pasien terus APD nya tidak ada terus bagaimana ? Saya masih punya delapan tapi itu APD yang digunakan untuk semprot di pertanian. Setiap pasien selama dalam pemantauan PDP itu butuh 160 APD, karen itu untuk dokternya, petugas yang ngasih obat, ada yang ngasih makanan ada yang ngepel selama 14 hari, dan itu setiap harinya ada tiga shift, jadi betapa besar biayanya,”katanya.

Menurut dia, saat ini ada sejumlah kendala dalam penangan wabah korona ini, yakni dari sisi logistik yaitu APD, yang harga untuk bajunya saja Rp 175.000, belum termasuk sepatu boot, kacamata, dan maskernya. Kemudian ketersediaan thermogun (pengukur suhu tubuh), di mana persediaan harus banyak menyesuakian dengan banyaknya warga yang harus diperiksa. Ketersediaan alat ini sebenarnya wajib harus ada di kantor-kantor, di pabrik-pabrik.

“Thermogun itu harus ada, jadi setiap mau masuk karyawan diukur suhunya jika lebih dari 37 derajat bisa langsung disuruh pulang untuk istirahat saja. Saat ini juga ada kendala harganya APD melambung, termasuk thermogun ini, biasanya Rp 445.000, sekarang menjadi Rp 2.700.000, tapi karena kita butuh ya harus beli, kalau nggak ya bagaimana. APD itu berapapun harganya kita beli asal ada barangnya,”katanya.


Raditia Yoni A

Tinggalkan Balasan