Aktivis Repdem Tekankan Kemenangan Kotak Kosong Rawan Dicurangi

KEBUMEN, SM Network – Aktivis Relawan Pejuang Demokrasi (Repdem) Kebumen, Beny Surahman tak menampik melejitnya kotak kosong dalam dinamika politik yang berkembang saat ini. Hal tersebut juga terus menguat seiring terjadinya pengerucutan yang mengarah calon tunggal dalam menghadapi Pilbup 2020 di Kebumen.

Kendati demikian, Beny yang juga bergabung dengan Kelompok Tani Ternak (KTT) Berlian Kebumen itu mengingatkan kepada semua pihak agar tidak terlena. Terutama penyelenggara Pilkada, baik Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Pasalnya, kemenangan kotak kosong menurutnya rawan dicurangi, lantaran tidak memiliki tim dan saksi.

“Seperti yang kita saksikan bersama, bahwa mantan Komisioner KPU RI yang ditangkap KPK telah mengakui adanya kecurangan Pemilu lalu. Sehingga, Pilbup 2020 nanti juga perlu diantisipasi. Apalagi jika hanya ada calon tunggal yang menghadapi kotak kosong,” kata Beny, Kamis (6/8).

Ia yang asli Desa Ampih, Kecamatan Buluspesantren itu lantas membeberkan kecenderungan pilihan masyarakat terhadap kotak kosong atau kolom yang tidak ada gambarnya pada surat suara. Hal itu dikarenakan sikap pragmatis sebagian besar pemilih yang enggan mencoblos kalau tidak diberi uang.

Sebagaimana sikap pragmatis yang dikesankan oleh para elite partai dalam menentukan calon tunggal. Praktis, pilihan yang realistis pun tidak lain kotak kosong. “Masyarakat juga sudah tahu kalau nanti calonnya jadi, yang menikmati paling hanya kalangan tertentu saja,” ucap Beny yang juga Direktur PT Bumi Awiata Nusantara.

Karena itu, masyarakat tetap keukeuh dengan pilihan sesuai hati nuraninya. Meskipun, berbagai partai silih berganti melakukan deklarasi untuk satu pasangan bakal calon bupati – wakil bupati. Masing-masing yang terdiri atas sembilan partai politik itu merupakan pemilik 50 kursi DPRD Kebumen.

Alih-alih membuat masyarakat nyaman dengan calon tunggal yang diajukan tersebut, justru gelaran seremoni yang dijadikan ajang pamer raihan rekomendasi itu belum mendapat respons berarti. Malah akhir-akhir ini menguat pada kotak kosong.

Lebih lanjut, proses yang membentuk kekuatan dari berbagai penjuru Kebumen itu setelah dibumikannya gerakan kotak kosong cari isi. Kemudian bermunculan sukarelawan yang bergerak massif tak terstruktur hingga terbentuk Presidium Mas Koko, akronim dari kotak kosong. “Gerakan itu kami rasa memiliki daya lebih, ketimbang calon tunggal yang reputasinya diketahui masih belum tuntas,” terang Beny.


Arif Widodo / K5

Tinggalkan Balasan