Aktivasi Shelter Gemawang, Pemkab Klaim Tak Ada Penolakan Warga

SLEMAN, SM Network – Fasilitas darurat bagi pasien Covid-19 di rusunawa Gemawang akan segera difungsikan. Aktivasi shelter yang terletak di Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Sleman itu akan dilakukan setelah sosialisasi. Selama proses, sempat beredar kabar bahwa masyarakat sekitar Gemawang menolak pemanfaatan rusunawa sebagai shelter.

Di bagian depan pagar pintu masuk rusunawa terdapat coretan menggunakan cat bertuliskan tolak karantina Covid-19. Namun hal itu diklarifikasi oleh Kepala UPT Rusunawa Sleman Panut Suharto. Menurut Panut, coretan itu sudah ada sejak bulan April silam. Saat itu dimana Covid-19 mulai mewabah, rusunawa Gemawang sudah diproyeksikan menjadi salah satu fasilitas darurat. Namun masih ditangguhkan karena Asrama Haji Yogyakarta dirasa masih mampu menampung pasien.

“Tulisan penolakan di depan rusunawa Gemawang sudah bulan April yang lalu. Tapi setelah diadakan sosialisasi, warga menerima dan sekarang akan diaktifkan lagi kalau Asrama Haji penuh,” kata Panut saat dikonfirmasi, Senin (28/9).

Dia mengakui tulisan itu memang belum dihapus. Rencana, coretan tersebut akan dibersihkan hari ini. “Maaf belum dihapus. Dulu banyak spanduknya juga pas warga demo,” bebernya.

Kendati tidak ada bukti hitam diatas putih, Panut memastikan bahwa warga tidak keberatan dengan aktivasi shelter. Bahkan, kata dia, rusunawa Gemawang pernah digunakan untuk tempat karantina meski hanya sebentar.
“Sekitar bulan April-Mei lalu pernah dipakai untuk karantina pasien berstatus orang tanpa gejala. Tapi yang tahu persis BPBD,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengatakan, aktivasi shelter Gemawang hanya tinggal satu tahapan lagi yakni sosialisasi kepada masyarakat. Namun jadwalnya masih menunggu informasi dari pihak kecamatan.
“Kami masih menunggu ino lanjutan dari Panewu (camat) Mlati yang akan mengkoordinir pelaksanaan sosialisasi,” ujarnya.

Ditargetkan, per 1 Oktober 2020 shelter Gemawang sudah siap diaktivasi. Proyeksi Dinkes, shelter akan digunakan ketika Asrama Haji sudah terisi 80 persen. Sementara data per Minggu (27/9) sore, jumlah penghuni Asrama Haji sebanyak 63 orang dari total kapasitas 138 unit kamar.

Shelter Gemawang nantinya diprioritaskan bagi warga Sleman, dan dikhususkan pasien kasus asimptomatik atau tanpa gejala. Prosedur penempatan pasien pun masih sama yakni menggunakan surat pengantar dari puskesmas.

Tinggalkan Balasan