SM/dok - Headshoot: C Tuti Ibawardani

Di kalangan pelari, nama C Tuti Ibawardani sudah tak asing lagi. Berbagai ajang lari maraton senantiasa diikutinya, tanpa terkecuali Borobudur Marathon yang hampir tak pernah absen mengikutinya.

Tak hanya lari, ibu kelahiran 4 Mei 1963 ini juga sangat aktif di sebuah komunitas sosial kemanusiaan bernama Lions Club (LC). Lions merupakan akronim dari Liberty Intellegance, Our Nation’s Safety. Ia aktif di Lions Club Manggala Mataram Yogyakarta.

Saking aktifnya di komunitas sejak gabung tahun 2017 per 5 November 2019 ia diangkat sebagai Presiden Lions Club Magelang Borobudur Host. Sekaligus menandai lahirnya LC di Magelang Raya.

“Karena saya pernah tinggal di Magelang, maka dipilih memimpin LC Magelang Borobudur Host ini. LC Magelang Borobudur Host ini dilahirkan oleh LC Manggala Mataram Yogyakarta,” ujarnya.

Dia menjelaskan, lahirnya LCMBH ini berangkat dari pemikiran bahwa, Magelang  sebagai kota dan kabupaten yang potensial untuk mengembangkan LC. Sebab, selama ini jika terjadi Bencana Alam di Magelang dan sekitarnya, maka LC Yogyakarta yang terjun untuk ikut membantu meringankan beban masyarakat yang terkena bencana. 

“Dengan hadirnya LC di Magelang, diharapkan mampu berkontribusi dalam membantu sesama yang membutuhkan. Hal ini sesuai dengan Motto LC, yaitu Serve with Heart (Mengabdi dengan Hati),” katanya.

Tuti mengutarakan, saat ini anggota sudah sebanyak 30 orang dengan beragam latar belakang pekerjaan. Mereka bersama-sama mewujudkan visi Meningkatkan Kecerdasan Bangsa dan Melindungi Keselamatan Negara. Juga merealisasikan misi, antara lain menciptakan dan memelihara semangat saling pengertian di antara semua orang dalam memenuhi kebutuhan kemanusiaan dengan memberikan pelayanan secara sukarela melalui kekerlibatan masyarakat dan kerjasama Internasional.

“Kita punya 5 program pokok yang dicanangkan Lions Club International, yaitu Diabetes Militus, Environment (Lingkungan Hidup), Reiliving The Hunger (Pangan), Childhood Cancer (Cancer Anak), Vision (Penglihatan). Kami juga mengadakan Bakti sosial Donor Darah, tanggap bencana, reading action, dan lainnya serta setiap tahun menggelar Peace Poster Contest,” jelasnya.

Dalam usia 5 bulan ini, kata Tuti, pihaknya sudah mengadakan 8 kali bakti sosial yang bersifat mandiri maupun kerja sama dengan pihak lain, seperti dengan Pemda Kab Magelang, PMI, Hotel Grand Artos, Komunitas Lingkungan Hidup, Suara Merdeka, Gajah Mada Production, dan PT Naturindo. 

“Kami akan terus menjalankan visi dan misi komunitas sambil menambah jumlah anggota,” tuturnya.

Terkait aktifnya di komunitas lari, ibu dua anak ini mengaku, mulai aktif berlari sejak pensiun dan mulai berwirausaha. Tuti tercatat aktif di komunitas lari Riot, Lolita, RFI, dan Majapahit Runner. Sudah tak terhitung berapa kali ia mengikuti ajang lari maraton baik di dalam maupun luar Jawa.

“Saya selalu ikut Borobudur Marathon yang Full Marathon (42.195km). Full marathon juga saat event Mandiri Jogja Marathon tahun 2017 dan berhasil podium 3 kategori master,” jelasnya.

Ia memiliki prinsip dengan lari jiwa dan raga menjadi sehat. Ia pun ingin mengajak anak-anak muda maupun seumurannya untuk mulai aktif olahraga, terutama lari.”Jangan percaya lutut sakit, asal semua terukur dan terlatih akan terhindar dari apa yang dikawatirkan,” tandasnya.


Asef F Amani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here