ilustrasi

WONOSOBO, SM Network – Pembatasan aktivitas skala desa yang diberlakukan Pemerintah Kabupaten Wonosobo pada Idul Fitri tahun lalu tidak lagi diterapkan pada tahun ini. Akses masuk desa pun tidak lagi ditutup seperti tahun sebelumnya.

Kabag Pemerintahan Setda Wonosobo, Tono Prihartono mengatakan, aturan yang akan diberlakukan selama Idul Fitri nanti masih mengacu pada kebijakan Pemerintah Pusat yaitu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro. Dia menjelaskan, aktifitas kegiatan ibadah diperbolehkan untuk zona hijau dan kuning dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

“Tidak ada pembatasan seperti tahun lalu. Hari ini kita masih melaksanakan PPKM Mikro. Pada dasarnya kebijakan ini mengacu pada tingkat RT. RT yang masuk zona merah di lock. Sedangkan wilayah zona hijau dan kuning tetap bisa melakukan kegiatan ibadah,” jelasnya saat ditemui baru-baru ini.

Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat telah menerbitkan Surat Edaran tentang Panduan Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan pada Bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H dalam Situasi PPKM Mikro. Melalui Instruksi dan Surat Edaran tersebut, maka pemberlakuan pembatasan didasarkan pada zonasi wilayah, dengan ketentuan di setiap zona berbeda-beda.

Sejauh ini, Bupati telah menginstruksikan kepada camat, lurah/kades di seluruh wilayah untuk menyampaikan sosialisasi panduan pelaksanaan Ibadah dan kegiatan keagamaan selama Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H kepada warga masyarakat. Termasuk untuk kegiatan Malam Takbiran dan Salat Idul Fitri, juga hanya diperbolehkan bagi wilayah zona hijau dan kuning.

Terkait kegiatan Halal Bil Halal Bupati meminta kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan sesuai ketentuan yang ada. Selain itu, Afif menjelaskan, pihaknya telah memerintahkan pemangku wilayah untuk melaksanakan monitoring pelaksanaan PPKM di wilayah masing-masing.

“Lebaran kali ini masih dalam keadaan pandemi. Untuk itu masyarakat saya minta tetap menerapkan protokol kesehatan dalam melakukan segala aktivitas peribadahan. Bagi warga Wonosobo yang ingin mudik saya imbau untuk ditahan dulu. Tak hanya masyarakat, ASN juga saya minta untuk menaati aturan larangan mudik,” ujarnya.