Foto: Transformasi digital menjadi sangat penting akibat pandemi yang belum juga berakhir.(Foto: Agung PW)

YOGYAKARTA, SM Network – Pandemi Covid-19 yang terjadi hampir setahun berdampak negatif maupun positif. Negatif karena banyak korban berjatuhan, ekonomi runtuh, jalinan sosial terputus dan banyak lagi. Positifnya, banyak orang makin peduli kesehatan. Tak kalah pentingnya, transformasi digital berjalan lebih cepat 5-10 tahun.

Peneliti Sosial dan Komunikasi, Dr Devie Rahmawati dan Senior Professional Service Consultant Lark Suryanto Lee mengungkapkan hal itu dalam diskusi daring mengenai dampak teknologi akibat pandemi dengan para jurnalis Yogyakarta, kemarin. Keduanya sepakat tranformasi digital berlangsung jauh lebih cepat dari yang dibayangkan. Masyarakat dunia tidak menduga pandemi membawa konsekuensi begitu hebat.

”Pandemi yang berdampak negatif namun sekaligus menjadi akselerator bagi masyatakat untuk mulai melakukan transformasi digital. Dunia pendidikan mulai dari tingkatan paling dasar sampai perguruan tinggi, UKM, UMKM, perusahaan, industri rumahan maupun besar harus berani keluar dari zona aman dan memulai transformasi dengan memanfaatkan platform digital,” papar Devie.

Tantangan yang timbul dalam kondisi pandemi membuat semua orang menerapkan teknologi yang dapat memberikan peluang bagi banyak hal misalnya pendidikan dan perekonomian. Dua sektor tersebut dapat bergerak lebih cepat dan produktif meskipun melakukan aktivitas dari jarak jauh atau dalam jaringan.

Tetap Terjaga

Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan, Pariwisata tentu merasakan dampak luar biasa akibat pandemi.
Tantangan dalam mempertahankan perekonomian daerah sangat berat karena 70 persen pelajar/mahasiswa dari luar DIY. Mereka kini semua pulang kampung dan belum ada tanda-tanda bakal kembali sebelum situasi pandemi mereda.

”Karena itu penggunaan teknologi digital menjadi keharusan dan semua pihak, tak hanya pemerintah, harus bisa membantu masyarakat melakukan transformasi digital. Mereka sangat memerlukan bantuan agar pendidikan berjalan, ekonomi berjalan, kegiatan berjalan,” imbuh Suryanto.

Ia berkomitmen membantu masyarakat DIY melakukan transformasi digital dan tidak ada biaya apapun. a mengenalkan platform Lark yang mempermudah pelajar, mahasiswa, UKM, UMKM melakukan kegiatan di rumah sehingga tetap aman dan terhindar dari paparan corona.

Platformnya merupakan kolaborasi digital dan memberi solusi agar masyarakat dapat tetap bekerja dengan produktif kapanpun dan di manapun melalui berbagai fitur penunjang yang terintegrasi dalam satu aplikasi. Ia tidak memberi batasan apapun karena masyarakat sangat membutuhkannya.

Pelajar, mahasiswa, guru, dosen dapat ”bertemu” kapan saja dalam jumlah besar, satu kelas atau satu sekolah bahkan satu kampus pun bisa, dalam jangka waktu lama dan tidak berbayar. Ia terus menjalin kerja sama dengan duni pendidikan, UKM, UMKM dan siapa saja agar dapat keluar dari situasi ini sehingga kualitas pendidikan dan ekonomi tertap terjaga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here