Akibat Corona, Ahmad Bebas dari Penjara

MAGELANG, SM Network – Pandemi Covid-19 membawa berkah sendiri bagi puluhan narapidana di Indonesia, termasuk yang menghuni Lapas Kelas IIA Magelang. Sebab, mereka dinyatakan bebas murni dari hukuman penjara.

Sebagai ungkapan syukur, mereka pun bersujud syukur sesaat setelah keluar dari pintu lapas, Sabtu (4/4). Di luar, beberapa dari mereka sudah ditunggu sanak keluarga dan rekan yang terlihat begitu gembira menyambut anggota keluarganya keluar dari tahanan.

Ahmad Sabari, salah satunya yang mengaku sangat bahagia setelah dinyatakan bebas murni. “Seperti mendapatkan mukjizat dan berkah, karena virus korona justru membawa kami pada kebebasan,” ujarnya.

Ia mengaku, semula tidak percaya dengan berita pembebasan 30 ribu napi di seluruh Indonesia karena pandemi Covid 19. “Saya menyangka itu berita hoaks. Ternyata memang benar dan saya termasuk yang dibebaskan. Ternyata virus ini justru menjadi berkah bagi para napi,” katanya.

Ahmad salah satu narapidana yang masuk bui karena kasus narkoba dan dihukum selama satu tahun lebih. Pada bulan ini, ia sudah menanti masa-masa pembebasan karena 2/3 hukuman sudah dijalani.

“Tidak menyangka akan secepat ini bebasnya,” ungkap tiga orang putra ini.

Setibanya di rumah nanti, dia berencana akan mengikuti anjuran pemerintah dengan melakukan social distance. Setelah semua sudah memungkinkan, ia akan mulai berwirausaha dan lebih mendekatkan diri pada keluarga.

“Saya sudah kapok tidak mau terlibat narkoba lagi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Magelang, Bambang Irawan menjelaskan, sebanyak 200 napi akan menjalani asimilasi di rumah. “Ini sudah tahap kedua, kemarin yang diasimilasi ada 16, hari ini 51 orang hingga mencapai 200 orang,” tuturnya.

Mereka yang di asimilasi di rumah, katanya, harus memenuhi syarat-syarat tertentu, seperti berkelakuan baik, sudah menjalani hukuman 2/3 lebih dan bukan termsuk napi yang terkena PP 99, contohnya napi korupsi ataupun bandar narkoba.

“Setelah menjalani asimilasi di rumah, mereka tetap akan mendapat pengawalan dari Balai Pemasyarakatan. Kesehatan mereka juga di periksa secara berkala,” jelasnya.

Menurutnya,  asimilasi di rumah itu merupakan upaya untuk mencegah penyebaran Covid 19. Sebab di lapas Magelang, jumlah penghuni sudah melebihi kapasitas. Kapasitas di lapas Magelang hanya 211, sedangkan jumlah penghuni mencapai 623 orang.

“Napi terbanyak merupakan napi narkoba, karena di lapas ini ada rehab medis dan sosial. Jadi bukan hanya warga Magelang saja, namun dari Semarang, Pekalongan, Ambarawa bahkan ada dari Madura,” paparnya.

Bambang menambahkan, saat pandemi Covid 19 ini, dikhawatirkan mereka tidak bisa melakukan phisycal distance. Sebab satu kamar bisa dihuni antara 10 sampai 30 napi.

“Kalau siang bisa saja mereka berjemur dan berjarak, namun kalau malam hari tidak bisa, karena tidur mereka pun berdesak-desakan. Jadi asimilasi di rumah memang merupakan terobosan yang bagus,” imbuhnya. 


Asef Amani/Kim

2 Komentar

  1. 41549 522676Attractive section of content material. I just stumbled upon your blog and in accession capital to assert that I acquire really enjoyed account your blog posts. Anyway I will be subscribing to your augment and even I achievement you access consistently speedily. 390919

  2. 421836 106741We are a group of volunteers and opening a new system in our community. Your internet internet site given us with valuable data to work on. Youve done an impressive job and our entire community will likely be grateful to you. 807542

Tinggalkan Balasan