SM/Adib Annas Maulana - MENINJAU : Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo meninjau persiapan ujian sekolah tatap muka di SMPN 1 Wonosobo baru-baru ini.

WONOSOBO, SM Network – Pemerintah Kabupaten Wonosobo tengah mempersiapkan pembelajaran tatap muka (PTM) pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Meski demikian, guru di Wonosobo belum masuk prioritas vaksinasi Covid-19 pada gelombang yang telah dilakukan.

Hingga saat ini, baru di empat sekolah tenaga pendidik mendapat vaksinasi. Hal itu dikarenakan ke empat sekolah tersebut menjadi sekolah uji coba penerapan PTM. Empat sekolah tersebut yaitu SMA 1 Wonosobo, SMK 1 Wonosobo, MAN 1 Wonosobo, dan SMPN 1 Kertek. Selain itu Pemkab Wonosobo rencananya juga akan menggelar ujian sekolah secara tatap muka, Senin (19/4).

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengakui idealnya guru mendapatkan vaksinasi terlebih dahulu sebelum menggelar pembelajaran maupun ujian tatap muka. Namun karena keterbatasan ketersediaan vaksin yang diberikan oleh Pemerintah Pusat, vaksinasi kepada tenaga pendidik belum bisa dilakukan.

“Idealnya guru divaksin terlebih dahulu. Namun karena keterbatasan dan waktu yang sudah mepet hal itu belum bisa dilakukan. Kita pastikan protokol kesehatan secara ketat harus dilakukan siswa dan guru. Tidak hanya saya tegur, kalau tidak sesuai protokol kesehatan yang direkomendasikan Satgas Covid-19 akan saya hentikan pertemuan di sekolah,” tegasnya saat memantau kesiapan pelaksanaan ujian sekolah di SMPN 1 Wonosobo, kemarin.

Bupati mengatakan, Pemkab Wonosobo saat ini masih fokus melakukan vaksinasi pada warga lansia. “Vaksin dari pusat, jadi kita menunggu terlebih dahulu. Hari ini kita fokus pada lansia. Tidak hanya pada tenaga pendidik,pada giliranya saya harap semua warga Wonosobo bisa divaksin,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMPN 1 Wonosobo, Sri Puji Astuti mengatakan, baru terdapat dua guru yang divaksin pada sekolahnya. Itu pun vaksin mandiri yang dilakukan oleh guru yang bersangkutan.

“Baru dua guru yang divaksin. Itu juga vaksin mandiri bukan dari pemerintah. Katanya ada sisa vaksin di rumah sakit yang belum digunakan. Kemudian dihubungi pihak rumah sakit untuk vaksin di sana,” jelasnya. Puji berharap, guru di Wonosobo bisa segera diberi vaksin. Dia menyebut, guru bisa lebih tenang dalam menjalankan tugas apabila sudah menerima vaksinasi. Terlebih rencana pembelajaran tatap muka akan segera digelar.