Ajakan Menikah Ditolak, Gareng Nekat Bantai Kekasihnya “Anak Tewas Ibu Kritis”

TEMANGGUNG-Entah apa yang ada di benak Supriyadi (38), alias Gareng sehingga menjadi gelap mata tega membantai Ernawati (25) orang yang dicintainya menggunakan palu hingga mengalami kritis. Lebih tragis lagi, dia juga menganiaya NMA (5), anak semata wayang Ernawati dengan cara menghajarnya dengan palu pada bagian kepala hingga tewas.

Peristiwa tragis itu terjadi di Desa Tleter, Kecamatan Kaloran, pada Rabu (13/5), di mana polisi kemudian berhasil mengungkap kasus ini pada Kamis (14/5) malam. Kapolres Temanggung AKBP Muhamad Ali mengatakan, motif pelaku adalah dendam asmara di mana keinginan untuk meminang kekasih hatinya tidak mendapat respon positif sebab keduanya menjalin asmara terlarang. Antara Gareng dengan Erna telah menjalin cinta selama 9 tahun, bahkan sebelum ibu muda itu menikah dengan suaminya yang kini bekerja di Kalimantan.

“Pelaku sakit hati karena ajakan untuk menikah tidak ditanggapi korban, termasuk permintaan untuk menceraikan suaminya tidak gubris. Maka pada Rabu (13/5) pagi sekitar pukul 04.30 pelaku menuju rumah korban, dan telah merencanakan aksinya dibuktikan dengan telah membawa palu. Jadi pelaku masuk rumah dan sempat cekcok dengan korban hingga akhirnya tejadi penganiayaan di mana kepala korban dipukul beberapa kali menggunakan palu,”ujarnya Kamis (14/5) malam.

Gareng datang ke rumah korban dini hari sambil menunggu ibu korban Ernawati pergi ke mushala untuk shalat subuh. Setelah keadaan aman tersangka masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu dari dalam lalu masuk ke kamar tempat kedua korban tidur. Tanpa basa basi lalu menanyakan kelanjutan hubungan keduanya di mana pelaku mengajak menikah, namun jawaban dinilai tidak mengenakkan hati karena berbelit-belit dan tidak memberi kepastian.

“Tidak puas dengan jawaban, tersangka marah dan memukul kepala korban menggunakan palu sebanyak 4 kali pada bagian kepala kemudian anak korban yang terbangun mendengar ribut-ribut, menangis. Hal ini membuat tersangka panik lalu mengayunkan palunya sebanyak 2 kali ke arah kepala, tak sampai disitu dia memukul lagi korban ke arah kepala sebanyak 4 kali. Setelah memastikan korban dan anaknya tidak bergerak, kemudian dia pergi dari rumah korban lewat pintu belakang,”katanya.

Kejadian itu kali pertama diketahui oleh ibu korban Ernawati yang baru pulang dari mushala. Dia curiga karena pintu terkunci dari dalam kemudian masuk lewat pintu belakang dan betapa terkejutnya dia setelah melihat anak dan cucunya terkapar bersimbah darah. Dia pun berteriak histeris hingga akhirnya para tetangga datang dan melarikan korban ke rumah sakit.

“Penangkapan pelaku dari petunjuk adanya celana pendek yang tertinggal di rumah korban termasuk pelacakan melalui ponsel di mana komunikasi antara tersangka dengan korban sudah menunjukkan adanya persoalan, sehingga dugaan kuat mengarah pada pelaku. Diapun akhirnya berhasil ditangkap dari persembunyiannya di sebuah kebun di Desa Tleter lalu kita amankan ke Mapolres,”katanya.

Sementara tersangka Gareng mengaku sudah berpacaran dengan korban selama 9 tahun dan mengaku cinta mati, apalagi Erna adalah cinta pertamanya, sehingga mengaku sulit untuk berpisah. Maka meski Ernawati telah menikah dan punya anak perempuan keduanya tetap menjalin hubungan cinta terlarang.

“Saya emosi karena korban tidak mau menuruti permintaanku untuk bercerai dengan suaminya dan tidak mau menikah dengan saya, malah mau memutuskan hubungan. Sudah 9 tahun pacaran saya benar-benar mencintainya, ternyata cuma di PHP,”katanya.

Dari kasus ini polisi berhasil menemukan barang bukti berupa satu buah HP merk OPPO F3 milik korban, satu buah HP merk Xiaomi Redmi 5 milik tersangka, satu buah palu warna hitam, satu buah tas warna hitam merk POLO milik tersangka berisi pakaian yang disiapkan untuk kabur. Satu buah celana pendek warna biru milik tersangka yang disita di TKP rumah korban, lalu satu buah seprei dengan noda darah milik korban.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya kini Gareng masih harus mendekam di sel tahanan Mapolres Temanggung guna dimintai keterangan lebih lanjut. Dia dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 340 KUHP, subsider Pasal 338 KUHP, lebih subsider Pasal 355 KUHP. dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup.


Raditya Yoni

1 Komentar

  1. 347566 324084We clean up on completion. This might sound obvious but not numerous a plumber in Sydney does. We wear uniforms and always treat your home or office with respect. 257894

Tinggalkan Balasan