SM/Dananjoyo : Warga Turgo, Purwobinangun, Pakem, Sleman, DI Yogyakarta, antri mengambil air bersih dari bak penampungan, Jumat (8/1).

JOGJAKARTA, SM Netwotk – Warga lereng merapi di tiga dusun yakni Turgo, Kemiri, dan Tritis, Desa Purwobinangun, mengalami kendala air bersih karena pipa air bersih dari mata air Tuk Maduan di aliran Kali Boyong terputus akibat luncuran material Merapi berupa banjir lahar hujan, pada Rabu sore (6/1/2021).

Material Gunung Merapi itu memutus saluran pipa air bersih milik pengelola air minum desa (Pamdes) desa Purwobinangun, Pakem, Sleman. Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Mitigasi Bencana BPBD Sleman Joko Lelono, kemarin. Menurut Joko, pihaknya masih berkoordinasi dengan pengelola Pengelola air minum desa (Pamdes) terkait kerusakan pipa yang mengakibatkan terganggunya suplai air bersih ke sejumlah wilayah tersebut.

“Kebutuhan air warga di Turgo, Kemiri, dan Tritis apabila kekurangan air nanti akan disuplai melalui droping air tanki milik BPBD Sleman,” tutur Joko.

Sementara itu Lurah Purwobinangun Heri Suasana menyebutkan ada 160 KK di Dusun Turgo yang terdampak putusnya aliran air bersih. “Tidak cuma dusun sebetulnya yang terganggu, tapi Kalurahan karena ada Hargobinangun, Donokerto dan Purwobinangun yang mengambil air ini”, terangnya.

Untuk perbaikannya pipa tersebut rencananya menunggu statusnya Gunung Merapi turun sehingga aman untuk pengerjaan perbaikan. Banjir lahar hujan sendiri berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh BPBD Sleman belum sampai ke wilayah Turgo.

Luncuran material banjir lahar dingin masih satu kilometer di atas wilayah Turgo. Pemukiman yang berada di wilayah Kali Boyong juga masih dalam status aman terhadap ancaman banjir lahar hujan.