Afif : Tidak Ada Lagi Jual Beli Jabatan

WONOSOBO, SM Network – Jual beli jabatan oleh kepada daerah masih menjadi problem yang sering dijumpai di beberapa daerah. Dalam debat publik penajaman visi missi pasangan calon (paslon), Calon Bupati (Cabup) Wonosbo Afif Nurhidayat secara tegas akan melakukan reformasi birokrasi sehingga tidak ada lagi jual beli jabatan.

“Kadang Bupati tidak memberikan apresiasi kepada kompetensi birokrat. Kami pastikan tidak ada lagi jual beli jabatan. Tidak boleh ada mahar. Siapapun diberi kesempatan yang sama jika memiliki kompetensi yang sesuai. Dengan reformasi birokrasi, tidak ada lagi mahar untuk mendudui suatu jabatan. Pemerintahan akan bersih,” tegas Afif usai berbicara pada acara penajaman visi misi yang digelar di Balroom Hotel Kresna Wonosobo, Selasa kemarin.

Dirinya menyebut jika problem saat ini masih ditemui sejumlah kepala daerah yang memilih ASN untuk menjabat posisi strategis dengan membeli. Sehingga banyak kedinasan tidak berjalan dengan baik. “Kalau hasil dari jual beli jabatan, bagaimana akan mendapatkan ASN yang berkualitas untuk memimpin. Jabatan yang duduki ASN sesuai kapasitas, integritas dan profesionalitas dari yang bersangkutan,” terangnya.

Afif menjelaskan, masalah yang dihadapi masyarakat Wonosobo masih besar. Hal itu ia lihat saat melakukan kunjungan ke berbagai desa. Seperti masalah insfratruktur jalan yang rusak. Pengawalan sektor pertanian yang masih minim. serta potensi wisata yang tak tergarap dengan baik.

“PR kita masih cukup banyak. Kalau persoalan tiap birokrasi hanya berhenti di jual beli jabatan, ya sudah. Tidak ada lagi yang bisa kita harapkan untuk bisa menyelesaikan masalah ini,” terangnya.

Afif menyebut jika melalui reformasi birokrasi yang akan digaungkan itu bakal menyasar kepada kinerja para ASN. Dengan memberikan target dan prosentase yang jelas mengenai pekerjaannya. Sehingga dalam setiap tahun bisa dicapai dengan terukur.

“Kalau yang memang tidak bisa bekerja, harus diberi punishment. Kita akan mengambil mereka yang benar-benar siap bekerja,” ungkapnya.

Senada, Muhammad Albar juga menyinggung soal peningkatan SDM yang perlu segera dibenahi. Dilihat dari tingkat pendidikan , Kabupaten Wonosobo masih tertinggal jauh dibanding daerah lain. “Terbukti, dari hasil peringkat yang kita dapat. Kabuapaten Wonosobo berada di urutan 34 dari 35 Kabupaten se Jawa Tengah untuk ukuran prestasi anak. Ini sangat memprihatinkan,” terangnya.

Tinggalkan Balasan