Afif-Albar Siapkan Rumah Singgah Difabel

WONOSOBO, SM Network – Wonosobo merupakan daerah percontohan ramah HAM di Indonesia. Dengan jumlah difabel capai 4000 lebih, Calon Bupati (Cabup) Wonosobo Afif Nurhidayat dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Muhammad Albar akan menyiapkan rumah singgah bagi kaum difabel.


“Yang kami cita-citakan dan sampai kini belum terealisasi adalah rumah singgah untuk teman-teman disabilitas. Untuk itu kami akan siapkan rumah singgah difabel. Nantinya teman-teman disabilitas bisa lebih berdaya dan berkreasi di situ,” ujar Afif baru-baru ini.

Afif mengatakan, DPRD bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo telah menetapkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2016 Wonosobo ramah HAM. Eskekutif dan dan legislatif menurutnya mempunyai kewajiban memberikan akses untuk kaum difabel. Semangat tersebut, lanjut Afif, akan terus digelorakan sebagai komitmen Afif-Albar untuk kaum difabel.


“Berbagai fasilitas yang telah disiapkan Pemkab wonosobo yang harus diperhatikan secara serius salah satunya sekolah inklusi. Kita harus menyediakan fasilitas yang memadai, menyediakan tenaga pengajar yang memiliki kompetensi, yang bisa memberikan pelayanan prima untuk kaum difabel,” ujarnya.

Kebijakan sekolah inklusi jadi tantangan besar yang selama ini telah dicanangkan Pemkab. Afif-Albar berkomitmen akan memperkuat program tersebut. “Kuota untuk kaum difabel di instansi atau perusahaan sangat minim. Untuk itu kita perlu membuka akses untuk teman-teman difabel disemua lini,” tandasnya.


Balai Latihan Kerja (BLK) yang telah ada menurut Afif harus diberdayakan untuk kaum difabel. BLK juga harus menjadi tempat yang ramah HAM yang bisa memberikan pendidikan dan pelatihan yang spesifik untuk kaum difabel.


“Kami akan prioritaskan berbagai kebijakan, termasuk didalamnya memberikan stimulus untuk rekan-rekan kaum difabel. Dengan stimulus itu mereka bisa bekerja dari rumah, bisa berkarya dari rumah, dan pemerintah bisa membersamai mereka,” kata Afif.

Cawabup Wonosobo Muhammad Albar menilai masalah pendidikan dan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Wonosobo menjadi problem yang harus pemerintah perhatikan secara serius. “Dilihat dari tingkat pendidikan , Kabupaten Wonosobo masih tertinggal jauh dibanding daerah lain. Peningkatan SDM perlu segera dibenahi,” pungkasnya. (dib)

Tinggalkan Balasan