SM/Amelia Hapsari - KARTU IMUNISASI : Dokter Tirta menerima kartu imunisasi usai menjalani vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Ngemplak Sleman, Kamis (14/1).

SLEMAN, SM Network – Program vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Sleman diluncurkan pada Kamis (14/1). Launching ditandai penyuntikan kepada 10 tokoh publik antara lain Bupati, Ketua DPRD, Sekda, Kapolres, Dandim, Kepala Kanwil Kemenag mewakili tokoh agama, Ketua Dharma Wanita, dan influencer dr Tirta.

Usai mendapat vaksin, Bupati Sleman Sri Purnomo mengaku tidak merasakan gejala gatal ataupun pegal. “Ketika disuntik, rasanya cuma seperti digigit semut,” ujarnya.

Pemkab Sleman, kata Sri, mendukung sepenuhnya program vaksinasi demi mencegah meluasnya penularan Covid-19. Supaya tercapai herd immunity diharapkan paling tidak 70 persen warga divaksin. Dengan angka penduduk Sleman sekitar 1,1 juta jiwa, ditargetkan paling tidak 770 ribu warga mendapat vaksinasi Covid-19 secara bertahap hingga akhir tahun 2021.

Vaksin Sinovac sendiri diklaim memiliki efikasi 65,3 persen. Angka hasil rilis BPOM itu sudah diatas standar minimal WHO yakni 50 persen. Sedangkan untuk angka keamanan semua vaksin yang diproduksi, rata-rata diatas 90 persen.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengatakan, pada termin pertama ini baru 12.380 dosis vaksin yang diterima. Sedangkan jumlah SDM bidang kesehatan di Sleman 14.484 orang. Namun sementara yang telah disetujui oleh Kemenkes sejumlah 12.342 orang. “Tenaga SDM kesehatan yang lain rencana akan divaksin pada akhir Januari atau awal Februari mendatang,” katanya.

Vaksinasi termin satu ini ditargetkan rampung dalam waktu lima hari. Sebanyak 220 vaksinator dikerahkan untuk memberikan pelayanan di 52 fasilitas kesehatan. Suntikan vaksin Sinovac akan diulang setelah dua minggu.
Selama menunggu jeda, petugas tetap akan memantau kondisi kesehatan orang yang sudah divaksin melalui nomer ponsel. Nantinya pun setelah selesai divaksin, mereka diingatkan agar tetap menerapkan protokol kesehatan, mengingat belum semua penduduk mendapat vaksin sehingga herd immunity belum terbentuk.

“Hari ini sudah langsung dilakukan penyuntikan vaksin bagi tenaga SDM kesehatan di beberapa rumah sakit. Tidak harus yang bersangkut disuntik di faskes tempatnya bekerja, tergantung kapasitas,” terang Joko.

Dia mencontohkan, di RSUP Sardjito terdapat sekitar 3.000 SDM kesehatan. Jika semuanya dilayani di rumah sakit tersebut, akan membutuhkan waktu hingga 5 minggu untuk menyelesaikan vaksinasi. Karena itu, proses vaksinasi sebagian personel dialihkan ke puskesmas.

Sementara itu, relawan Covid-19 dr Tirta mengajak masyarakat agar tidak mudah termakan hoaks soal vaksin. Dengan mendapat kesempatan vaksinasi perdana, dia berharap bisa memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Rata-rata orang tidak percaya kalau tidak melihatnya sendiri. Penanganan Covid-19 ini soal politik melainkan rasa kemanusiaan,” tukasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here