SM/Dananjoyo : Wisatawan menikmati suasana pemandangan alam dari atas bukit di kawasan Wisata Watu Amben, Sri Mulyo, Piyungan, Bantul, DI Yogyakarta, Minggu (14/3).

JOGJAKARTA, SM Network – Pandemi Covid-19 masih melanda Tanah Air, namun minat masyarakat untuk traveling atau berlibur ternyata masih cukup tinggi. Berdasarkan hasil survei internal salah satu perusahaan yang menyediakan layanan pemesanan tiket pesawat dan hotel secara daring, DIY menjadi salah satu destinasi wisata yang paling diminati di Indonesia di awal 2021, dengan rata-rata persentase pencarian mencapai 37% atau peringkat ke-2, di atas Jakarta dengan persentase 30%, dan di bawah Bali dengan rata-rata pencarian sebesar 52%.

Selain terkenal kota pelajar, daya tarik wisata yang beraneka ragam mulai dari kuliner, budaya, sejarah, hingga wisata alam menjadi salah satu alasan tingginya buruan para wisatawan. Sementara itu, Pemda DIY melalui Dinas Pariwisata resmi meluncurkan Calender of Event (CoE) 2021. Peluncuran kegiatan pariwisata tersebut untuk mengenalkan kepada khalayak adanya kegiatan pariwisata sekaligus menunjukan bahwa pariwisata DIY tidak boleh berhenti meski di tengah pandemi Covid-19.

Ada 71 event budaya dan pariwisata yang disiapkan. Berbagai event tersebut terbagi ke dalam 8 kategori dengan 34 event ikonik yang diharapkan dapat menarik minat calon wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Rinciannya yakni tujuh sport tourism event, tiga music event, 12 festival event, 26 cultural event, delapan exhibition event, empat parade event, enam competition event dan lima seminar event. Event tersebut dilaksanakan menyebar di Kabupaten/Kota di DIY yang diselenggarakan baik secara off-line dan on-line dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Diharapkan menginspirasi calon wisatawan berkunjung maupun sebagai panduan bagi wisatawan yang akan berkunjung ke DIY sehingga jadwal liburan dapat diatur lebih baik,” jelas Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Rahardjo. Kendati terdapat sejumlah agenda pariwisata, Menurutnya, penerapan protokol kesehatan bakal terus dilakukan selama pandemi Covid-19 belum dinyatakan selesai. “Tentu dalam pelaksanaan acara, event akan mengikuti kebijakan dari pemerintah sesuai dengan kondisi di tengah masa pandemi Covid-19,” tutupnya.