658 Pendaftar Umroh di Sleman Terkatung-katung

SLEMAN, SM Network РKementerian Haji dan Umroh Arab Saudi mengeluarkan maklumat untuk menangguhkan masuknya orang dari luar ke negaranyka, baik untuk tujuan umroh atau kunjungan wisata. Salah satu alasannya untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Adanya kebijakan itu mengakibatkan setidaknya 658 calon jamaah umroh asal Sleman belum jelas kapan akan diberangkatkan ke tanah suci. Data itu merujuk sistem komputerisasi haji terpadu (siskohat) di Kantor Wilayah Kemenag Sleman per Jumat (28/2).

“Pada Januari lalu tercatat sebanya 936 orang yang semuanya sudah diberangkatkan. Sedangkan di bulan Februari ini ada 658 tapi belum tahu apakah mereka telah berangkat umroh karena belum ada laporan dari pihak biro penyelenggara,” kata Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Sleman Sugito di ruangannya, Jumat (28/2).

Dia meminta masyarakat bisa memahami keadaan ini dan tidak memaksakan diri. Nantinya, bisa dilakukan penjadwalan ulang untuk pemberangkatan ke Arab. Harapannya, jadwal keberangkatan umroh bisa kembali normal dalam kurun 2-3 pekan ke depan. Sebab jika penangguhan berlarut-larut dikhawatirkan bisa berimbas terhadap rencana keberangkatan haji, dimana tahun ini ada 1.132 calon jamaah haji yang terdaftar di Sleman.

Biasanya, sambung Sugito, rombongan calon haji berangkat pada kurun bulan Juni sampai dengan Agustus dengan dibagi dalam 3 atau 4 kloter. “Kami tidak bisa mengandai-andai. Tapi harapannya, saat musim haji semua sudah terantisipasi sehingga jadwal keberangkatan tidak terganggu,” ujarnya.

Maklumat penangguhan sementara oleh pemerintah Arab  ini dikeluarkan pada Kamis (27/2). Di hari itu, dilaporkan ada sekitar 40 calon jamaah umroh asal Sleman yang tertahan di bandara Cengkareng. Namun informasinya, rombongan sudah kembali ke Sleman pada Kamis (27/2) malam dengan biaya perjalanan ditanggung oleh biro.

Namun sejauh ini, pihak Kemenag Sleman belum mendapat informasi ada tidaknya jamaah umroh yang tertahan saat hendak masuk ke Arab Saudi. Di Sleman sendiri ada 35-40 biro penyelenggara umroh namun tidak semuanya rutin melapor tentang pelaksanaan keberangkatan jamaah umroh lewat agen mereka masing-masing.


(Amelia Hapsari/CN19/SM Network)

Tinggalkan Balasan