654 Lembar Surat Suara Dimusnahkan, ini Alasannya

MAGELANG, SM Network – KPU Kota Magelang memusnahkan surat suara rusak dan berlebih total sebanyak 654 lembar, Selasa (8/12). Pemusnahan dengan cara dibakar di dalam tong di kantor KPU setempat dengan disaksikan Bawaslu Kota Magelang, aparat Polres Magelang Kota, dan personel Kodim 0705/Magelang.

Ketua KPU Kota Magelang, Basmar P Amron mengatakan, surat suara yang rusak berjumlah 450 lembar dengan kerusakan berupa gambar tidak jelas dan robek. Sementara kelebihan surat suara sebanyak 204 lembar.

“Jumat daftar pemilih tetap (DPT) kita sebanyak 93.609 pemilih. Adapun kebutuhan surat suara sebanyak jumlah DPT ditambah 2,5 persen, sehingga total 96.065 lembar. Dari hasil sortir dan penghitungan, ada kelebihan 204 lembar,” ujarnya usai pemusnahan.

Dia menuturkan, pemusnahan surat suara rusak dan berlebih ini maksimal dilakukan H-1 waktu pencoblosan pada Rabu (9/12). Surat suara yang sesuai dengan ketentuan sendiri sudah mulai didistribusikan ke tempat pemungutan suara (TPS) dari PPS (panitia pemungutan suara).

“Kemarin Senin (7/12) logistik sudah didistribusikan dari gudang ke PPS. Lalu hari ini mulai didistribusikan dari PPS ke TPS. Semua kebutuhan pencoblosan sudah harus sampai TPS hari ini,” katanya.

Terkait pemilih yang menjalani isolasi mandiri, isolasi di rumah sakit, atau isolasi di hotel, Basmar menegaskan, mereka tetap bisa menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada 2020. Petugas TPS didampingi petugas KPPS terdekat tempat isolasi akan mendatangi pemilih tersebut di tempat isolasi.

“Jumlah pemilih yang menjalani isolasi masih kita data, karena terus berjalan. Sampai sekarang ada sekitar 100-an pemilih. Kalau ingin menggunakan hak pilihnya, mereka bisa dilayani dengan menerapkan protokol kesehatan ketat,” jelasnya. Dia menjelaskan, pemilih bersangkutan nanti akan didampingi oleh pendamping yang ditunjuk langsung oleh pemilih. Pendamping ini bisa mewakili pemilih untuk mendampingi atau sampai mencobloskan pilihan.

“Pendamping dibekali surat kuasa dan surat kesanggupan untuk menyimpan rahasia pilihan pemilih. Pendamping bisa dari keluarga, saudara, teman, atau KPPS. Waktu pemilihan untuk pemilih yang isolasi ini ditentukan jam 12.00 siang sampai selesai,” paparnya.

Tinggalkan Balasan