SM/Supriyanto - Pemimpin Cabang Bank Jateng Kebumen HS Yudiantoro Pandemi Covid-19, Bank Jateng Optimalkan Teknologi Hingga Restrukturisasi Kredit

KEBUMEN, SM Network – Pandemi Coronavirus (Covid-19) yang terjadi secara global dampaknya terasa di seluruh sektor kehidupan. Sejak Februari 2020 hingga saat ini kondisi tersebut dirasakan semakin serius tak terkecuali di sektor usaha termasuk perbankan.
Pemimpin Cabang Bank Jateng Kebumen HS Yudiantoro mengakui hal itu.

Pemberlakukan beberapa karantina di daerah membuat pembatasan operasional maupun keterbatasan  jangkauan layanan. Petugas bank tidak bisa bebas berinteraksi dengan nasabah diakui atau tidak akan membawa pengaruh. “Meski demikian dengan semangat dan tekad kuat semuanya kami dijalani dengan SOP darurat Covid-19,” ujar HS Yudiantoro saat ditemui Suara Merdeka di ruangannya, Senin (7/4/2020).

Saat ini, kata Yudi panggilan akrabnya, Bank Jateng lebih banyak memanfaatkan teknologi. Salah satunya kebijakan yang dikeluarkan oleh Bank Jateng adalah dengan meningkatkan limit ATM. Selain itu juga dengan mengoptimalkan pemanfaatan internet banking.

“Misalnya jika sebelumnya limit transaksi Rp 10 juta, sekarang ini ditingkatkan menjadi Rp 20 juta atau dua kali lipat dari sebelumnya. Hal ini memberikan kemudahan kepada nasabah agar transaksi tidak harus ke bank,” imbuh Yudi.

Melalui cara ini,  pijaknya berharap akan dapat mengurangi kerumunan massa dan antrean. Hal itu sekaligus mengedukasi nasabah yang belum menggunakan teknologi. Meskipun demikian, dia tidak menampik bahwa dalam beberapa pelayanan tertentu tidak bisa menghindari pelayanan secara tatap muka. Seperti pada pelayanan akad kredit dan operasional dengan customer service seperti pembukaan rekening. 

Untuk hal itu, pihaknya menerapkan SOP darurat Covid-19 seperti menyediakan hand sanitizer, penggunaan masker dan melakukan sterilisasi ruangan secara berkala. Sebelum memasuki bank petugas melakukan pemeriksaan suhu tubuh nasabah menggunakan  thermal gun.  “Selain itu diterapkan physical distancing seperti di kursi tunggu maupun saat berinteraksi dengan petugas,” imbuhnya seraya menyebutkan semua anggota Bank Jateng terbebas dari virus Corona.

Restrukturisasi Kredit Ditanya dampaknya pada pertumbuhan bisnis, penggemar benda pusaka itu menerangkan bahwa dari sisi penghimpunan dana masih tetap tumbuh. Bahkan bisa dikatakan tidak ada perubahan yang sigifikan terhadap pertumbuhan dana maupun ekspansi kredit. “Tetapi mungkin untuk pertumbuhan laba, triwulan pertama ini mengalami penurunan. Cuma tepatnya berapa kami belum bisa memberikan angka pasti karena ada perubahan metode perhitungan,” imbuhnya.

Soal kebijakan terhadap nasabah yang terdampak Corona, Yudi menyebutkan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan Peraturan OJK Nomor 11 Tahun 2020 dalam memberikan suatu relaksasi angsuran kepada nasabah yang terdampak langsung.

Relaksasi ini dikemas secara teknis perbankan yang lazim dengan cara restrukturisasi kredit seperti penambahan jangka waktu, memberikan grace period lebih lama, dan penurunan suku bunga atau kombinasi dari ketiga hal tersebut. “Pada intinya adalah agar beban angsuran yang terdampak ini bisa lebih ringan,”  ujarnya.

Sampai saat ini pihaknya telah menerima delapan pengajuan relaksasi angsuran. Dari yang sudah terproses, lima pengajuan sudah ditindaklanjuti. “Skemanya dengan restrukturisasi kredit, mungkin cukup memperpanjang jangka waktu sehingga angsuran menjadi lebih kecil, memberikan grace period lebih lama maksimal satu tahun sehingga dalam satu tahun tidak membayar pokok atau penurunan suku bunga. Ini masih dikaji tim  kami,” tandasnya.


Supriyanto/Kim