51 Tahun, Bapas 69 Makin Cemerlang

MAGELANG, SM Network – Bank Bapas 69 genap berusia 51 tahun di tahun 2020 ini. Perjalanan panjang telah dilalui sejak berdiri 9 September 1969 lalu berdasarkan SK Bupati Kepala Daerah Tingkat II Magelang Nomor 50/KD/69.

Berbagai prestasi pun berhasil diraih. Terbaru, bank milik Pemkab Magelang ini meraih empat penghargaan pada ajang Top BUMD Awards 2020. Yaitu, Top Pembina BUMD 2020 atas nama Bupati Magelang, Zaenal Arifin dan Top CEO BUMD 2020 atas nama Direktur Utama, Teguh Wiharso.

Selanjutnya, sebagai Top BUMD Awards 2020 Sektor BPR #Bintang 5 dan sebagai Top of the Top BUMD 2020. Kegiatan ini sendiri diadakan majalah Top Business bersama Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) dan berbagai lembaga.

“Kegiatan ini diikuti 200 nominasi BUMD terbaik. Sebelumnya sudah diseleksi lebih dari 1.149 BUMD di seluruh Indonesia. Berdasarkan hasil penilaian secara objektif dan independen, Bapas 69 sebagai pemenangnya,” ujar Direktur Utama Bapas 69, Teguh Wiharso di kantornya, Selasa (8/9).

Tak berlebihan penghargaan bergengsi ini berhasil diraih, mengingat kinerja bank yang berkantor pusat di Jl Jend Sarwo Edhie Wibowo Magelang ini selalu cemerlang tiap tahunnya. Kinerja hingga posisi 31 Juli 2020 lalu pun masih menunjukan hasil yang membanggakan.

Teguh menyebutkan, total aktiva atau asset perusahaan saat ini sebesar Rp 1,134 miliar. Angka ini meningkat 4,82 persen dibanding asset pada periode yang sama tahun 2019 yang sebesar Rp 1,081 miliar.

Dana pihak ketiga juga meningkat sebesar 4,55 persen dari Rp 915 miliar pada periode yang sama tahun 2019 lalu menjadi Rp 957 miliar. Adapun jumlah nasabah total 151.762 dengan rincian nasabah tabungan 123.383, deposito berjangka 5.294, dan nasabah kredit 23.085 nasabah.

“Khusus untuk tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) mencapai angka Rp 25 miliar dengan jumlah nasabah 26.964. Tabungan Simpel kita pernah meraih predikat yang terbaik di seluruh Indonesia pada tahun 2019 lalu,” katanya. Berdasarkan hasil audit oleh akuntan publik, katanya, Bapas 69 mendapat predikat “Wajar Tanpa Pengecualian” yang dari sisi penilaian perbankan dikategorikan sehat. Hal ini melalui penilaian terhadap capital, aktiva produktif, manajemen, rentabilitas, dan likuiditas.

“Rasio kecukupan modal (CAR) kita di posisi 26,73 persen, jauh di atas ketentuan minimal dari Bank Indonesia yang hanya 12 persen. Hanya saja memang untuk peningkatan penyaluran kredit harus lebih dimaksimalkan lagi, karena posisi LDR (Loan to Deposit Ratio) di kisaran 83,46 persen,” jelasnya.

Teguh menambahkan, hingga 31 Juli 2020 laba sebelum pajak yang berhasil dicetak mencapai Rp 22 miliar. Dari laba tahun 2019, Bapas 69 dapat memberikan kontribusi pada Pemkab Magelang berupa setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2020 sebesar Rp 18 miliar.

“Angka ini meningkat dibanding tahun 2018 yang berjumlah Rp 15 miliar. Perhatian Pemkab Magelang selaku pemilik sangat besar, karena jumlah modal yang disetor secara kumulatif sejak berdiri tahun 1969 hingga 21 Juli 2019 lalu telah mencapai Rp 50 miliar,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan