SM/Adib Annas Maulana - MELINTAS : Sebuah mobil melintas di Gerbang Terminal Mendolo, Jumat (27/3).

WONOSOBO, SM Network – Gelombang arus mudik mulai meningkat dalam beberapa hari terakhir. Sedikitnya, sekitar 5000 warga mudik ke Wonosobo dari daerah Jabodetabek. Meningkatnya arus mudik ini tak ayal menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah penyebaran virus corona. Seperti diketahui sebelumnya, salah satu warga Wonosobo yang telah dinyatakan positif Covid-19 merupakan warga yang baru saja pulang dari Jakarta.

“Sampai malam ini yang masuk Wonosobo sudah 5 ribuan orang. Saya sudah meminta ke desa melalui Camat untuk mendata orang desa yang bekerja diluar daerah. Ada berapa jumlahnya, siapa saja, yang mudik siapa, nanti akan kita data semua,” ujar Sekretaris Daerah Wonosoboa One Andang Wardoyo saat ditemui di Kantornya, Jumat (27/3).

Andang mengatakan, pihaknya tidak bisa membendung warga yang ingin mudik ke Wonosobo karena keadaan di daerah Jabodetabek yang mendorong warga untuk berbondong-bondong mudik ke kampung halaman. Untuk itu, Andang meminta ke semua warga yang mudik untuk mengisolasi mandiri di kediaman masing-masing selama 14 hari, dan apabila terdapat gejala untuk segera melapor ke fasilitas kesehatan yang ada.

“Kita tidak bisa membendung, masyarakat juga tidak boleh mendiskriminasi warga yang baru pulang. Namun, kita harus bersama-sama untuk mencegah penularan dengan melakukan upaya pencegahan seperti mengisolasi diri secara masndiri,” jelasnya.

Menyikapi hal tersebut, dalam waktu dekat pihaknya akan memasang pos pengamanan di semua jalur masuk Kabupaten Wonosobo. Jalur tersebut di antaranya adalah arah masuk Wonosobo melalui Kertek, Kepil, Wadaslintang, Terminal Sawangan.

“Kita akan mendirikan pos pengamanan supaya siapapun yang masuk ke Wonosobo bisa diawasi. Kita juga sedang mengkaji apakah perlu pos pengamanan juga untuk arah masuk Wonosobo melalui Kecamatan Batur Banjarnegara. Nantinya pos tersebut akan beroperasi selama 24 jam,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Desa Talunombo Kecamatan Sapuran, Badarudin mengaku banyak warganya yang pulang kampung dari daerah seperti Jakarta dan Bandung. Dari dua dusun yang berada di wilayahnya sudah terdapat sekitar 70 warga yang telah sampai ke desanya. Tidak ada pilihan lain menurut Badarudin menjadi alasan banyak warga yang pulang kampung.

“Kita tetap mengawasi warga tersebut dan memberikan imbauan untuk tetap mengisolasi diri di rumah. Kalo dari penuturan sejumlah warga mereka mengaku tidak ada pilihan lain karena di Jakarta mereka sementara tidak bekerja sedangkan biaya hidup disana mahal,” jelasnya.


Adib Annas M

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here