47 Orang Positif Covid, Kegiatan Ponpes di Sleman Tetap Jalan

SLEMAN, SM Network – Sebanyak 47 penghuni pondok pesantren di Kabupaten Sleman terkonfirmasi positif Covid-19. Sebagian besar adalah santri. Kasus positif ini ditemukan pada dua pesantren yang masing-masing berlokasi di Kecamatan Ngaglik dan Prambanan.

Saat dikonfirmasi, Rabu (30/9), Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, 41 pasien positif dari ponpes di wilayah Ngaglik menjalani isolasi di pondok. Karantina dilakukan dengan pendampingan dokter dan paramedis.

“Mereka bisa isolasi sendiri secara ketat di bawah pengawasan dokter yang ada di ponpes tersebut. Gugus Tugas juga sudah kirim tim untuk memantau sejauh mana penanganan apakah benar-benar dilaksanakan dengan baik,” kata Sri.

Isolasi penghuni pesantren itu memanfaatkan tiga gedung yang belum dipakai. Bangunan disebut Sri, sudah memiliki standar kesehatan yang memadai. Sementara 6 penghuni ponpes di Prambanan yang dinyatakan positif Covid-19 menjalani karantina di ruang isolasi milik Dikti PP Muhammadiyah.

Untuk mencegah penularan meluas, Pemkab sudah mendatangi lokasi ponpes untuk memberikan arahan. Hasilnya sejauh ini, pihak pondok dinilai sudah menjalankan prosedur isolasi dengan baik. “Kami juga pantau sejauh mana mereka melaksanakan protokol kesehatan,” ujarnya.

Kendati ditemukan kasus dalam jumlah besar, Pemkab Sleman belum ada rencana menghentikan aktivitas di ponpes. Namun mereka harus mematuhi protokol kesehatan. “Tidak dihentikan kegiatannya tapi kita perketat protokol,” tandas Sri.
Sementara santri lainnya yang dalam keadaan sehat, tetap berada di ponpes namun lokasi gedungnya terpisah.

Tinggalkan Balasan