410 Jamaah Tabligh Jalani Prosedur Rapid Test

SLEMAN, SM Network – Gugus Tugas Penananan Covid-19 Sleman terus melakukan pengembangan tracing terhadap klaster tabligh di wilayahnya. Hasilnya sejauh ini, ada sekitar 410 anggota jamaah tabligh yang melakukan rapid diagnostic test (RDT).

Mereka tersebar di berbagai wilayah kecamatan. Paling banyak berada di Desa Caturtunggal dan Condongcatur Kecamatan Depok, Kecamatan Prambanan, dan Cangkringan. Sebagian kecil anggota juga ditemukan di Kecamatan Gamping dan Mlati dengan jumlah sekitar 100 orang.
“Kami masih terus berkomunikasi dengan camat, puskesmas, KUA, dan Kemenag untuk menelusuri kemungkinan titik-titik sebaran jamaah tabligh,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo, kemarin.

Namun berdasar informasi, rata-rata anggota jamaah tabligh melakukan aktivitas perkumpulan pada pertengahan Januari 2020 silam. Tracing terhadap klaster ini diawali dari kasus di Masjid Al Ittihaad Dusun Kocoran, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok yang mencatatkan hasil 4 orang reaktif rapid test namun tidak ada penambahan pasien.

Pelacakan berkembang ke Kecamatan Cangkringan. Tracing yang dilakukan di daerah lereng Merapi bahkan lebih luas. Namun hasilnya dari yang awalnya reaktif, saat diuji swab ternyata negatif.

“Rombongan jamaah itu yang berlokasi di Gamping, sampai saat ini hasil tracingnya juga tidak ada penambahan,” ungkap Joko.

Namun demikian, pihaknya meminta jika ada anggota jamaah tabligh yang belum mengikuti RDT, agar bersedia memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit. “Hal ini sudah beberapa kali kami sampaikan, dan respon mereka bagus,” tukasnya.


Amelia Hapsari

Tinggalkan Balasan