33 Ponpes Ikuti Pelatihan Life Skill

WONOSOBO, SM Network – Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setda Wonosobo bekerjasama dengan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) dan Kementerian Agama Wonosobo berikan pelatihan life skill kepada 33 Pondok Pesantren (Ponpes) yang ada di Wonosobo.

Pelatihan yang digelar selama setengah bulan tersebut secara resmi dibuka di Ponpes Annur Modern Selomerto, Senin (16/11). Hadir dalam acara tersebut Ketua Komisi D DPRD Wonosobo Faizun, Kasubag Bina Mental dan Spiritual Bagian Kesra Setda Wonosobo Harjanto, serta perwakilan dari FKPP dan Kementerian Agama Wonosobo.

Harjanto mengatakan, pelatihan digelar mulai tanggal 16 November hingga 3 Desember. Masing-masing pesantren akan diberikan pelatihan selama dua hari dengan berbagai macam pelatihan sesuai dengan potensi Ponpes masing-masing.

“Ada delapan jenis pelatihan yang diberikan sesuai dengan potensi Ponpes masing-masing. Pelatihan itu diantaranya dalam bidang perikanan, peternakan, komputer, dan pengolahan kopi. Selain itu juga ada pelatihan memasak, merias, menjahit, dan ada juga peternakan kalkun,” jelasnya saat ditemui usai pembukaan acara.

Harjanto berharap, pelatihan yang diberikan bisa diikuti dengan baik, sehingga bisa memberikan manfaat ekonomi bagi para santri maupun masyarakat sekitar. Secara bertahap, lanjut Harjanto, program tersebut diharapkan bisa dilanjutkan di semua Ponpes yang ada di Wonosobo.

“Selain santri pelatihan ini juga diikuti masyarakat sekitar. Dengan pelatihan ini juga semoga bisa menanggulangi dampak Covid-19 di sektor ekonomi. Jadi santri maupun masyarakat bisa mandiri sehingga bisa menaikan ekonomi,” ujarnya.

Ketua Komisi D DPRD Wonosobo, Faizun berharap semua santri bisa mengikuti pelatihan yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo dengan sebaik mungkin. Menurutnya, Pemkab perlu lebih intens memberikan fasilitas pelatihan kepada Ponpes sehingga bisa memajukan ekonomi Wonosobo.

“Pemkab harus lebih intens memfasilitasi Ponpes. Selain bisa menguasai ilmu agama, santri bisa menguasai semua sektor kehidupan. Jadi nanti setelah mereka lulus tidak bingung lagi mencari uang dimana. Tidak bingung mengembangkan ekonomi bagaimana. Kalau semua bisa difasilitasi dengan baik tidak ada lagi santri yang keteteran dalam hal perekonomian,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan