323 Wisudawan Untidar Diwisuda dengan Protokol Kesehatan Ketat

MAGELANG, SM Network – Meski di tengah pandemi Covid-19, Universitas Tidar (Untidar) tetap melaksanakan wisuda pascasarjana, sarjana, dan ahli madya secara tatap muka. Namun demikian, wisuda ke-55 yang berlangsung di Gedung Tri Bhakti Magelang, Rabu (30/9) ini dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Total sebanyak 323 wisudawan diwisuda dalam sidang senat terbuka yang dipimpin langsung Rektor Untidar, Prof Ir Mukh Arifin. Turut hadir para anggota senat dan wisudawan yang tanpa dihadiri oleh orang tua masing-masing.

Dari 323 wisudawan yang diwisuda, terdapat 123 wisudawan yang cumlaude. Terdiri dari 26 wisudawan S1 ekonomi pembangunan, 51 S1 PBSI, 23 S1 Ilmu Administrasi Negara, 1 S1 Teknik Mesin, 19 S1 Pendidikan Bahasa Inggris, dan 3 S1 Teknik Elektro. Lalu empat wisudawan di antaranya mendapat predikat memuaskan.

Keempatnya Atiqoch Novie Ameliani dari prodi Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP yang meraih indeks prestasi komulatif (IPK) 3,91, Septima Tri Huwaida prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP (3,89), Dinindya Archami D3 Akutansi Fakultas Ekonomi, dan Afiq Rismas Pradana D3 Teknik Mesin Fakultas Teknik (2,35).

Rektor Mukh Arifin mengatakan, wisuda kali ini merupakan wisuda yang tertunda sekitar lima bulan. Seharusnya wisuda dilaksanakan bulan April lalu, tapi karena pandemi Covid-19 maka ditunda.

“Sekarang baru mendapat ijin untuk melaksanakan wisuda. Kami adakan secara tatap muka, karena memang ada keinginan dari mahasiswa agar wisuda bisa secara langsung. Akhirnya kami ajukan ijin dan diijinkan asal menerapkan prosedur protokol kesehatan yang ketat,” ujarnya.

Protokol kesehatan yang ketat memang terlihat sejak wisudawan datang ke lokasi. Mereka harus cuci tangan dulu, lalu pakai masker dan face shield, dan tempat duduk di dalam ruangan sudah diatur jaraknya. Kapasitas gedung pun dipakai hanya separuhnya dan wisuda tanpa dihadiri orang tua.

Proses wisuda pun berjalan cepat. Rektor secara simbolis mewisuda empat wisudawan berprestasi. Kemudian seluruh wisudawan satu per satu maju ke podium untuk mendapatkan ijazah dan ucapan selamat dari dekan masing-masing. Kalau biasanya wisudawan duduk kembali, kali ini mereka langsung meninggalkan tempat acara, sehingga ketika sidang senat terbuka ditutup kondisi ruangan sudah kosong.

“Orang tua wisudawan tidak diperkenankan untuk menghadiri wisuda, karena adanya protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Pemkot Magelang dan harus dipatuhi oleh pihak universitas.Tetapi, para orang tua bisa menyaksikan putra putrinya diwisuda secara daring melalui laman yuotube,” katanya.

Arifin menambahkan, para wisudawan Untidar yang diwisuda di tengah pandemi Covid-19 ini dinilai bisa mengambil tanggungjawab untuk menyelematkan bangsa dan negara dari ancaman virus yang mematikan tersebut.

“Andalah yang akan melanjutkan kita semuanya ke era setelah virus corona ini dijinakkan dengan mengambil peranan dengan menerapkan protokol kesehatan di manapun kalian nanti akan mengabdikan diri ke masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni Untidar, Sumartono mengutarakan, ikatan alumni tidak hanya menjalankan visi dan misi Untidar. Tetapi lebih dari itu, ikatan alumni dapat menjadi ujung tombak dalam meningkatkan reputasi universitas di masyarakat. Sekaligus mengundang para alumni baru di dunia kerja.

“Alumni dapat berperan dalam memberikan masukan bagi kemajuan universitas, alumni berpotensi dalam membangun pabrik-pabrik dengan nama baik universitas, alumni dapat menjadi relasi dalam mengupas jaringan di luar, dan alumni dapat menjadi sumber informasi kerja dan usaha bagi lulusan baru di samping kemampuan saat kuliah,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan