30 warga Dusun Brangsen Terindikasi gejala Demam Berdarah (DB)

MUNGKID, SM Network – 30 warga Dusun Brangsen , Desa Krincing, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang diketahui positif terjangkit Demam Berdarah (DB) dan terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit. Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, kasus DBD di dusun tersebut diketahui sudah terjadi sejak akhir bulan Desember 2019, dan terulang dibulan Januari 2020 ini.

Dari laporan yang diterima, pada bulan ini sekitar 30 warga Dusun Brangsen yang dirawat diberbagai rumah sakit akibat mengalami gejala Demam Berdarah (DB). Mereka enggan berobat ke puskesmas lantaran ada kekhawatiran tidak cepat dilayani. Kepala Desa Krincing Heri Purwanto melalui Kaur Umum Arif Rusman membenarkan bila warganya ada yang terjangkit DBD. Ia mengakui, fenomena tersebut bukan kali pertama terjadi.

“Ada delapan warganya yang positif DBD, diantaranya di RT 25, 26 dan 28. Setelah melapor, pada tanggal 28 Desember dilakukan fogging oleh Dinas Kesehatan Magelang,” kata Arif, Rabu (29/1).

Tak hanya itu, puluhan warganya diduga kembali terjangkit DBD. Namun sementara ini, yang terkonfirmasi positif baru empat orang. Tiga orang merupakan satu keluarga diketahui tengah dirawat di RSUD Temanggung dan satu warga dirawat di RSI Kota Magelang. ”Pagi tadi juga sudah dilakukan fogging karena ada warga yang positif DBD,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi terkait puluhan warga di Dusun Brangsen yang diduga terjangkit DBD, Kepala Puskesmas Secang, Hapsari Nugraheny memilih irit bicara. Ia hanya memberikan data lama tahun 2019 dimana ada delapan orang yang terjangkit demam berdarah yang semuanya sudah sehat dan kembali beraktifitas seperti biasa. ”Untuk Januari ini, kok, belum menerima hasil laporan laboratorium untuk memastikan mereka (warga Dusun Brangsen) terjangkit DBD atau tidak,” jelasnya.

Sementara menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabuoaten Magelang, Sunaryo, menerima laporan dari rumah sakit terkait dengan pasien yang terjangkit DB. “Laporan dari rumah sakit kita terima, terus kita masuk laporan di Puskesmas. Kita data, jadi memang semacam ada rujuk balik. Ada surat diagnosis dari dokter di rumah sakit yang merawat itu, karena penegaakan diagnosis untuk DB kan tidak di puskesmas,” terang Sunaryo.

Berlanjut

Ia juga menegaskan bahwa data yang diterima pada Bulan Januari ini, belum secara penuh diterima. “Untuk data yang di Kerincing saat ini, sementara Januari belum direkap, karen tiap hari masih keluar untuk foging,” jelasnya. Untuk status darurat terhadap DB sendiri, juga belum ditetapkan karena Kabupaten Magelang masih dirasa aman.

“Penetapan status darurat sendiri ditetapkan jika KLB terjadi dua kali dari periode yang sama di tahun sebelumnya, atau tiga bulan terakhir terjadi peningkatan dua kali lipat, serta ada kematian. Alhamdulillah di Kabupaten Magelang belum ada korban meninggal, dan untuk di Kerincing sudah kita tangani,” pungkasnya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat agar wajib meningkatkan kewaspadaan selain melakukan fogging. “Fogging itu kan hanya melakukan pembunuhan terhadap nyamuk dewasatidak dengan jentiknya. Yang lebih kita dorong lagi itu Puskesmas, kita himbau dan di instruksikan untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus. Sebab DB itu berkembang biak di air yang bersih, bukan di selokan,” imbau Sunaryo.


Dian Nurlita

Tinggalkan Balasan