256 Layangan Bertarung di Langit Temanggung

TEMANGGUNG, SM Network – Sebanyak 256 layangan atau layang-layang bertarung di langit Temanggung, dalam kompetisi yang digelar di Desa Kerokan, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung. Meski demikian, karena masih berada di masa pandemi Covid-19, maka kegiatan dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan.

Ketua Panitia Kompetisi Layangan, Muhammad Danang (24), mengatakan, kompetisi ini untuk kembali menghidupan permainan tradisional yang dalam beberapa tahun terakhir sempat tenggelam lantaran digerus maraknya gadget. Selain itu, untuk mengisi waktu terutama bagi anak-anak yang saat ini belum melakukan pembelajaran tatap muka.

“Ini untuk memasyarakatkan kembali layang-layang, mengisi waktu di kala pandemi ini. Tapi pelaksanaannya tetap menerapkan protokol kesehatan karena setiap peserta berjarak sehingga tidak ada sentuhan,”ujarnya Jumat (11/9).

Panitia lain, Yayan Aditya Wijaya (34), menuturkan khusus untuk kompetisi kali ini diwajibkan menggunakan layangan khas Temanggung, yang berbentuk “teongan” atau disebut non shukoi. Hal ini untuk memasyarakatkan kembali layangan khas lereng Sumbing, serta untuk memberi ruang bagi perajin layang-layang lokal di kala pandemi, setidaknya bisa membantu perekonomian rakyat.

“Karena korona ini kan banyak yang nganggur, hasil pertanian kurang laku. Maka untuk hiburan kita gelar lomba layangan dan maraknya layang-layang ini mendatangkan berkah di kala korona, karena di desa kami banyak perajin layang-layang. Lumayan untuk bertahan hidup sekaligus menghibur hati, para perajin senang karena ada yang per hari bisa menjual sampai 50 layangang di mana harga satuannya Rp 2.000,”katanya.

Freni Arma (20) didampingi Mifta (21) menuturkan, lomba ini digagas oleh pemuda Desa Kerokan. Untuk peserta tidak hanya dari Temanggung tapi ada yang datang dari Semarang, Boyolali, dan Wonosobo. Untuk pertandingan menggunakan sistem gugur, dan berlangsung selama tiga hari untuk kemudian masuk babak final. Dalam kompetisi ini diambil juara 1, 2, 3, dan 4.

Agus (35) salah satu peserta lomba menuturkan, sengaja mengikuti karena memang dari kecil hobi layang-layang. Dia meyakini bermain layang-layang aman karena jaga jarak antar satu pemain dengan yang lainnya.

2 Komentar

  1. 798975 795602I dont leave a lot of comments on plenty of blogs each week but i felt i had to here. Do you need numerous drafts to make a post? 95554

  2. 369065 343632This really is a wonderful web page, could you be interested in performing an interview about just how you developed it? If so e-mail me! 539307

Tinggalkan Balasan