SM/Amelia Hapsari-TERIMA PEMBAYARAN : Warga pemilik lahan di Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Sleman menerima pembayaran ganti untung proyek tol Jogja-Solo, Jumat (8/1).

SLEMAN, SM Network – Sebanyak 25 warga pemilik lahan di Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Sleman mulai menerima ganti untung proyek tol Jogja-Solo. Pembayaran ganti untung tahap pertama ini disaksikan langsung oleh Bupati Sleman di kantor Kalurahan Purwomartani, Jumat (8/1).

Namun dari 25 penerima, satu orang tidak bisa hadir karena sedang menjalani isolasi mandiri. “Nanti kami akan datang ke rumahnya untuk menyampaikan pembayaran,” kata Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY, Krido Suprayitno disela kegiatan.

Total ganti untung yang diberikan pada kesempatan ini senilai Rp 26,26 miliar dengan jumlah 25 bidang tanah. Nominal paling sedikit adalah Rp 73,9 juta dengan luasan lahan terdampak 33 meter persegi. Sementara, ganti untung paling banyak adalah Rp 2,7 miliar untuk luasan 500 meter persegi. 

“Ada kemungkinan satu orang mempunyai lebih dari dua bidang,” imbuhnya.Sasaran tahap pertama ini merupakan bagian dari 294 pemilik bidang. Alokasi pembayaran diambilkan dari anggaran tahun 2020. Selanjutnya, pembayaran akan dilakukan secara bertahap sampai dengan April mendatang. “Dana sudah tersedia. Secepatnya, kami akan melakukan penjadwalan,” kata Krido.

Pihaknya memastikan data pemilik lahan sudah disampaikan ke Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Selanjutnya, tinggal menunggu surat persetujuan dari lembaga tersebut.Sementara itu, Bupati Sleman Sri Purnomo berpesan agar dana ganti untung yang diterima, digunakan untuk membeli lahan pengganti.

“Ini baru sebagian kecil warga terdampak yang menerima. Warga lainnya yang belum menerima akan segera diproses termasuk kelengkapan persyaratan,” ucapnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PBJH) Jogja-Solo Wijayanto mengatakan, pihaknya akan meminta kepada Badan Pertanahan Negara (BPN) agar segera melengkapi persyaratan. Dengan begitu, persyaratan bisa segera diajukan ke LMAN.

“Pembayaran baru akan dilakukan setelah seluruh persyaratan penerima dinyatakan clear and clean. Kemarin dari kuota 294 bidang, yang diajukan sebanyak 50 bidang tetapi baru dibayar untuk 25 bidang,” bebernya.

Terkait perkembangan proyek jalan tol Jogja-Solo seksi pertama (Kartasura-Purwomartani), Totok mengatakan prosesnya sudah dimulai pada Desember lalu di Kartasura. Sementara di Purwomartani, pembangunan akan dilakukan jika seluruh bidang terdampak sudah dibebaskan. Ditargetkan, pembangunan seksi satu rampung pada akhir tahun 2021. Sedangkan target pengoperasian tol Jogja-Solo berkisar tahun 2023 atau 2024.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here