SM/dok - PENUTUPAN MUSRENBANG: Bupati Purworejo, Agus Bastian, beserta jajaran memimpin penutupan Musrenbang Kabupaten secara video converence di Command Center, Selasa (7/4).

PURWOREJO, SM Network – Terjadinya pandemi virus corona (Covid-19), menjadikan tahun 2020 sebagai tahun tersulit dalam mencapai kinerja pembangunan daerah. Hal itu disampaikan Bupati Purworejo, Agus Bastian, dalam penutupan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Purworejo, Selasa (7/4).

Penutupan musrenbang dilaksanakan dengan cara video conference (vicon) di 24 titik. Bupati, Wabup, dan Sekda berada di Command Center, Ketua DPRD dan jajaran di gedung DPRD, para camat di 16 kecamatan masing-masing, serta sejumlah Perangkat Daerah seperti BPPKAD, DinsosKBPPA, Disdukcapil di kantor masing-masing.

Bupati Purworejo Agus Bastian mengungkapkan bahwa Musrenbang ini merupakan momentum yang penting, karena memasuki tahun kelima atau tahun akhir dari Rencana  Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Purworejo.

Menurutnya, tantangan pembangunan daerah saat ini adalah bagaimana mengatasi permasalahan pembangunan yang cukup kompleks sebagai dampak dari pandemi Covid-19. “Permasalahan pandemi Covid-19 di tahun ini pastinya akan berdampak pada sendi-sendi ekonomi, sosial, budaya, politik, dan lingkungan ke depan,” katanya.

Hal ini, lanjutnya, menjadi tantangan tersendiri bagi Kabupaten Purworejo untuk bangkit dan tetap fokus dalam meningkatkan kinerja pembangunan. “Ini tentunya menjadi catatan tersendiri bagi Kabupaten Purworejo, bahwa tahun 2020 merupakan tahun tersulit dalam mencapai kinerja pembangunan daerah,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Ketua DPRD, Dion Agassi Setyabudi, mengaku prihatin atas banyaknya korban masyarakat akibat Covid-19. Hal tersebut menurutnya dikarenakan masih banyak masyarakat yang tidak mengindahkan himbauan pemerintah untuk melakukan social distancing.

Terkait Musrenbang, Dion mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kegiatan seremonial yang digelar setiap tahun, melainkan sarana untuk saling bertukar saran dan pendapat dalam upaya pelaksanaan kegiatan pembangunan di tahun yang akan datang.

“Dalam kegiatan Musrenbang diharapkan pula mampu mewujudkan kesamaan pandangan dan pemahaman terkait kebijakan dan prioritas pembangunan Purworejo ke depan,” katanya.

Pihaknya berharap perencanaan yang disusun semakin baik dan berkualitas. Untuk itu prinsip-prinsip keterpaduan, kolaborasi, dan koordinasi antara berbagai pihak dalam perencanaan pembangunan menjadi penting dikedepankan untuk mencapai tujuan tersebut, sehingga perencanaan yang disusun benar-benar dapat menyentuh langsung dalam mengatasi berbagai isu dan tantangan yang dari waktu ke waktu semakin kompleks.

“DPRD sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah memiliki kewajiban untuk memberikan masukan berupa aspirasi masyarakat, sehingga dapat menjadi masukan untuk penyusunan perencanaan pembangunan kedepan,” imbuhnya.


Panuju Triangga/Kim

4 KOMENTAR