SM/Asef F Amani - CEK SUHU TUBUH: Guru SMP 1 Magelang mengecek suhu tubuh siswa dalam kegiatan simulasi pembelajaran tatap muka yang diadakan sekolah setempat bersama Disdikbud Kota Magelang.

MAGELANG, SM Network – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang mencoba simulasi pembelajaran tatap muka di 17 sekolah secara bergantian mulai hari ini. Hal ini guna menjaga kesiapan sekolah jika kondisi memungkinan dilakukan pembelajaran di sekolah saat pandemi Covid-19.

Kepala Disdikbud Kota Magelang, Agus Sujito mengatakan, sekolah yang melakukan simulasi di antaranya satu PAUD/TK, yakni TK Negeri Pembina. Lalu 3 SD (SD Kedungsari 1, SD Magelang 7, dan SD Magersari 2) dan 13 SMP.“Kalau situasinya nanti memungkinkan pembelajaran tatap muka, maka kita sudah siap dengan sistemnya. Utamanya kita menerapkan prosedur protokol kesehatan yang ketat,” ujarnya saat menyaksikan simulasi pembelajaran tatap muka di SMP 1 Magelang, Senin (13/7).

Dia menuturkan, simulasi dimulai dari anak/pelajar datang ke sekolah. Anak terlebih dahulu mencuci tangannya dengan sabun, lalu dicek suhu tubuhnya oleh petugas. Di ruang kelas, tempat duduk sudah diatur, yakni satu meja satu kursi.“Kalau normalnya 32 siswa per kelas, di masa transisi atau new normal ini hanya separuhnya, yakni maksimal 16 siswa per kelas. Sistemnya bergantian, anak-anak sehari belajar di sekolah sehari di rumah,” katanya.

Awal tahun ajaran baru 2020/2021, katanya, secara resmi sudah dimulai hari ini. Hanya saja, masih menggunakan sistem daring, karena tatap muka belum diperbolehkan. Di tahun ajaran baru ini, pihak sekolah dan guru dituntut meningkatkan sistem pembelajarannya dibanding sebelumnya.“Awal penerapan belajar dari rumah memang banyak kendala. Tapi seiring perjalanan waktu bisa teratasi dan kami harap ke depan pelaksanaan jauh lebih baik. Guru bisa gunakan berbagai jenis media, seperti WA group, video call, google class room, zoom, dan lainnya,” jelasnya.

Khusus untuk PAUD, Agus menambahkan, guru wajib menjadwalkan kunjungan ke rumah siswa. Dalam kunjungan ini pun harus menerapkan protokol kesehatan, seperti pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak.“Sebulan sekalilah guru mengunjungi muridnya di rumah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala SMP 1 Magelang, Nur Wiyono mengutarakan, dalam simulasi ini dihadirkan siswa dari dua kelas, yakni kelas 8 dan 9 masing-masing sebanyak 16 siswa. Mereka menjalani simulasi mulai dari kedatangan ke sekolah hingga pembelajaran di kelas. “Anak-anak ke sekolah sudah harus memakai masker dan face shield. Anak-anak juga membawa bekal sendiri, karena kantin kita tutup dulu. Sementara waktu belajar 30 menit per pelajaran. Kalau dijinkan per 1 Agustus nanti sehari ada empat pelajaran,” paparnya.

Dia menyebutkan, dilihat dari berbagai instrumen verifikasi kesiapan yang diinstruksikan dinas, sekolahnya dinyatakan siap menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Instrumen mulai dari surat keputusan (SK) Kepala Sekolah tentang tim gugus sekolah tangguh sampai persiapan orang tua dan murid.“Instrumennya banyak, dan kami sudah memenuhi itu semua. Artinya, kami siap menyambut kenormalan baru di satuan pendidikan Kota Magelang,” imbuhnya.


Asef Amani

5 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here