14 Rumah Sakit Jadi Intermediate Corona

SLEMAN, SM Network – Sebanyak 14 rumah sakit di Sleman menyatakan siap menjadi intermediate pasien Covid-19. Dalam waktu dekat, penetapan rumah sakit antara itu akan disahkan melalui SK Bupati.

“Kemungkinan Senin pekan depan, SK Bupati sudah jadi,” kata Kepala Dinas Kesehata (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo, Rabu (15/4). Rumah sakit intermediate tipe C dan D itu nantinya merawat orang dalam pemantauan (ODP), dan pasien dalam pengawasan (PDP) kategori ringan. Dengan begitu, bisa membagi beban rumah sakit rujukan yang diprioritaskan bagi PDP dengan komorbid, PDP kategori berat, dan pasien kasus positif.

Rumah sakit yang akan dijadikan intermediate antara lain Mitra Paramedika, Ghramedika 10, RS Condongcatur, Panti Nugroho, Puri Husada, RSK Sadewa, RSKB Sinduadi, Queen Latifa, Mitra Sehat, Panti Baktiningsih, RS UAD, Arvita Bunda, dan At Taurots. Diterangkan Joko, penetapan sebagai intermediate hospital akan memudahkan rumah sakit dalam hal pembiayaan pasien corona.

“Tidak perlu khawatir soal biaya merawat pasien Covid-19. Sebab, kalau tidak masuk daftar SK Menkes dan SK Gubernur, tidak dibiayai sehingga lewat SK Bupati nanti akan ditanggung oleh pemkab,” jelasnya.

Disamping biaya, Pemkab Sleman juga akan memberikan jaminan ketersediaan alat pelindung diri (APD) di rumah sakit antara. Pemerintah, kata Joko, telah memberikan bantuan sarana APD kepada rumah sakit tersebut sejak sepuluh hari terakhir. Dengan adanya SK Bupati juga akan memudahkan proses pemberian bantuan.

“Kalau membantu APD tanpa dimasukkan dalam SK Bupati tentang penanggulangan Covid-19, nanti pemkab yang disalahkan. Mereka sudah dibantu, dan memberikan umpan balik,” tukas Joko.

Menurut dia, pembentukan rumah sakit antara ini karena tren perkembangan Covid-19 dalam jangka waktu pendek dan menengah tidak dapat diprediksi akan turun atau justru semakin naik. Pemkab Sleman memang tidak menyediakan rumah sakit khusus Covid-19 karena butuh biaya mahal, dan waktu yang lama untuk persiapan. “Kita gugah passion pengelola rumah sakit karena saat ini peran mereka sangat dibutuhkan,” ucapnya.

Jumlah rumah sakit di Sleman keseluruhan ada 27. Dua belas diantaranya telah dijadikan rumah sakit rujukan yakni RSUP Sardjito, RSUD Sleman, RSUD Prambanan, RSA UGM, Sakina Idaman, PKU Gamping, Bhayangkara, Panti Rini, JIH, PDHI, Ghrasia, dan Hermina. Dari puluhan rumah sakit itu, hanya Rumah Sakit Gigi Mulut (RSGM) UGM yang tidak bisa ikut terdaftar sebagai rujukan maupun intermediate karena tidak memiliki fasilitas ruang rawat inap.


Amelia Hapsari

Tinggalkan Balasan