14 Rumah di Pringsurat Rusak Disapu Puting Beliung

TEMANGGUNG, SM Network – Sedikitnya 14 rumah milik warga Dusun Krajan, Desa Soropadan, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung rusak disapu angin puting beliung. Kendati tidak ada korban jiwa, namun akibat kejadian itu menimbulkan kerusakan dengan kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Djoko Prasetyono mengatakan, bencana tersebut terjadi pada Selasa (18/2) petang. Sebelumya hujan turun mengguyur wilayah Pringsurat, namun pada sore harinya tiba-tiba muncul angin puting beliung yang membuat warga kaget.

“Kronologinya pusaran angin muncul dari arah selatan dan disertai hujan sedang yang mengakibatkan dampak beberapa rumah rusak terutama pada bagian atap. Selain itu juga pohon-pohon tumbang hingga ada yang menimpa atap rumah warga,”ujarnya Rabu (19/2).

Disebutkan, 14 rumah yang rusak antara lain di RT 01 RW 01 Dusun Krajan, milik Triyanto (36) kerugian Rp 1 juta, rumah Amin Taufik (52) kerugian Rp 500 ribu, Munawaroh (57) kerugian Rp 500 ribu, Rahayu Nurohim (50), kerugian Rp 500 ribu, Sarjoko (50) kerugian Rp 400 ribu, Darus (54) kerugian Rp 600 ribu, Suroyo (65) kerugian Rp 500 ribu, Jumirah (58) kerugian Rp 600 ribu, Slamet Isrofi (45) kerugian Rp 500 ribu.

Lalu di RT 02 RW 01 Dusun Krajan 1 rumah rusak antara lain milik Ribut Wahyudi (48) kerugian Rp 300 ribu, Sukeni (60) kerugian Rp 500 ribu, Kardono (68) kerugian Rp 500 ribu, Budi Mulyanto (70) kerugian Rp 400 ribu, dan rumah milik Heru Sumanto (70) kerugian Rp 500 ribu.

Ayu Lesatri warga Desa Soropadan menuturkan, angin puting beliung yang menerjang permukiman pada sore hari itu sempat membuat panik warga. Terlebih dia melihat ada pohon durian tumbang menimpa rumah Bu Sri tetangganya hingga kanopi rumah rusak berantakan. Namun beruntung Ibu Sri pemilik rumah sedang pergi ke Grabag Kabupaten Magelang bersama keluarganya.

“Sebelum kejadian cuaca mendung langit gelap dan tiba-tiba muncul angin besar berputar-putar. Angin sebenarnya tidak lama hanya dalam hitungan menit tapi merusakan atap rumah warga, bahkan saya melihat ada seng yang kabur terbang terbawa angin. Warga pun berupaya menyemakatkan diri,”katanya.

Hingga Rabu (19/2) siang warga bersama BPBD, TNI, Polri melakukan kerja bakti membersihkan material rusak, memotong dahan pohon yang menimpa rumah hingga mengganti genteng yang rusak dengan genteng baru. Warga pun diminta untuk tetap waspada sebab cuaca saat ini memang tinggi curah hujannya yang terkadang disertai munculnya angin ribut.


Raditia Yoni A

Tinggalkan Balasan