Polda DIY Ajak Warga Lakukan Mitigasi Bencana

YOGYAKARTA, SMNetwork- Wilayah DIY sudah mulai memasuki puncak musim penghujan yang diprediksi terjadi hingga Februari mendatang. Kepolisian Daerah (Polda) DIY pun mengajak warga untuk secara responsif melakukan mitigasi bencana jika timbul akibat terjadinya perubahan cuaca ekstrim.

“Kami kira di sini peranan masyarakat untuk ikut melakukan mitigasi bencana sangatlah penting. Ini dilakukan untuk meminimalisasi jumlah korban yang bisa saja terjadi saat bencana itu,” tutur Wakapolda DIY Brigjen Pol Karyoto, kemarin.

Menurut dia, adanya perubahan cuaca ekstrim di DIY tak terlepas dari siklus perubahan cuaca di Asia Tenggara termasuk di Indonesia terdapat dua musim yaitu kemarau pada periode April-Oktober dan penghujan pada Oktober-April. Kedua fenomena alamini selain membawa berkah manusia dan alam terkadang juga menimbulkan bencana bagi makhluk hidup. Pada musim kemarau yang terlalu panjang dapat menimbulkan bencana kekeringan. sedangkan pada saat musin penghujan dengan curah hujan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan banjir, tanah longsor dan baniir bandang.

“Sehingga potensi bencana di wilayah Indonesia cukup tinggi. Meski saat ini di wilayah DIY dampak bencana akibat hadirnya musim penghujan memang tidak separah yang terjadi di Jabodetabek namun kita sudah harus berfikir untuk mengantisipasi manakala bencana itu datang sehingga kita pun harus memininimalisir korban jiwa maupun harta,” imbuh jenderal bintang satu mewakili Kapolda DIY Irjen Pol Asep Suhendar itu.

Maka dari itu, lanjut Wakapolda, Polda DIY mengajak semua pihak untuk melakukan sejumlah langkah-langkah antisipasi. Seperti melakukan kegiatan mitigasi bencana berupa pemetaan wilayah rawan bencana, melakukan sosialisasi dan himbauan agar masyarakat sadar dan paham dalam menghadapi bencana. Kemudian melakukan kegiatan pencegahan dalam beberapa bentuk seperti melakukan patroli di wilayah rawan bencana dan menyiagakan personel serta peralatan dalam penanganan bencana.

“Ketika saat bencana terjadi maka semua pihak harus bisa cepat mengerahkan personel dan peralatan yang dimiliki ke lokasi bencana. Kemudian memberikan dukungan personel dan sarpras kepada satuan wilayah yang membutuhkan. Termasuk segera membantu pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban bencana dan tak boleh dilupkan juga untuk melakukan pengamanan dan pengawalan korban bencana dan pendistribusian logistik,” tandas Karyoto.


Gading Persada

Tinggalkan Balasan