115 Warga Wonosobo dalam Pemantauan

WONOSOBO, SM Network – Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo (Dinkes) Kabupaten Wonosobo melakukan pemantauan terhadap 115 warga Wonosobo yang telah melakukan perjalanan dari negara terjangkit covid-19 maupun daerah yang telah ditetapkan terdapat pasien positif covid-19.

Orang dalam pemantauan (ODP) tersebut melonjak dari sebelumnya hanya 15 orang. Hal itu disampaikan Sekretaris Dinkes, Muhammad Riyatno, yang juga juru bicara Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam urusan covid-19 di Pendapa Kabupaten, Senin (16/3).

Riyanto mengatakan, warga tersebut dalam proses pemantauan bukan pengawasan. Menurutnya, Ada perbedaan antara orang dalam pemantauan dan pasien dalam pengawasan (PDP).

“Kalau PDP sudah menunjukan gejala covid-19 seperti radang paru, kalau ODP orang yang telah melakukan perjalanan dari negara terjangkit atau daerah terjangkit tapi belum menunjukan gejala covid-19,” jelasnya.

Terkait penanganan medis Riyatno menyebutkan, semua biaya pasien yang telah dikonfirmasi terpapar covid-19 akan ditanggung pemerintah. Untuk ODP bisa menggunakan BPJS kesehatan dan hanya dipantau di rumah bukan diisolasi dirumah sakit rujukan yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk menangani kasus covid-19.

Dirinya juga menyatakan bahwa pemerintah siap dan mampu menghadapi covid-19. RSUD KRT Setjonegoro yang telah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan lini kedua setelah rumah sakit rujukan utama menurutnya juga sudah siap dengan segala kemungkinan yang bisa terjadi.

“Ruang isolasi sudah dipersiapkan beserta SDM yang ada. Selain itu RSUD juga tengah menyiapkan satu runagan besar apabila ledakan covid-19 terjadi di Wonosobo, meski kita harapkan bersama virus tersebut tidak sampai Wonosobo, namun langkah preventif perlu disiapkan,” tandasnya.

Plt Kepala Dinkes Kabupaten Wonosobo, Junaedi menyebutkan, dari semua masyarakat yang berisiko terkena covid-19 setelah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit, belum ditemukan kasus covid-19 di Wonosobo. Menurutnya, yang paling penting dilakukan saat ini adalah bagaimana menyadarkan masyarakat yang telah melakukan perjalanan untuk secara mandiri memeriksakan diri.


Adib Annas M

Tinggalkan Balasan