SM/Amelia Hapsari - MENGUKUHKAN SATGAS : Bupati mengukuhkan Satgas Pendataan dan Penanganan Anak Putus Sekolah, Selasa (29/9).


SLEMAN, SM Network – Dikenal sebagai kota pendidikan, angka anak putus sekolah di Kabupaten Sleman terbilang cukup tinggi. Data di Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman menyebutkan ada sekitar 1.300 anak dari jenjang SD hingga SMA yang putus sekolah. 

“Sebarannya merata. Kami juga memilah mana yang ingin bersekolah lagi, bekerja, berumah tangga bahkan ada yang sudah tidak mau sekolah, kita pikirkan penanganannya seperti apa,” terang Kepala Disdik Sleman Ery Widaryana disela workshop pengukuhan Satgas Pendataan dan Penanganan Anak Putus Sekolah, Selasa (29/9).

Dia mengungkapkan, tidak semua anak putus sekolah disebabkan faktor ekonomi. Pemkab melalui Disdik dan Dinas Sosial telah menyiapkan bantuan. Dia mencontohkan, di Disdik ada bantuan retrieval berupa perekrutan kembali anak-anak yang tidak sekolah atau putus sekolah.Pemerintah pusat juga menganggarkan jaring pengaman sosial bidang pendidikan.

“Di tempat kami ada anggaran beasiswa pendidikan dasar senilai Rp 2,5 miliar. Peruntukannya tidak hanya retrieval tapi juga membantu siswa miskin yang bersekolah tapi tidak mendapat PIP dari pusat,” ujar Ery.

Selain bantuan, Pemkab juga telah mengukuhkan satgas yang bertugas mendata dan menangani anak-anak putus sekolah. Tim ini melibatkan semua unsur dari 86 desa, serta OPD terkait di tingkat pemkab. Upaya pendataan sendiri sudah dilakukan sejak Oktober 2019, dan ditargetkan rampung tahun ini. Kemudian ditangani pada tahun 2021.

“Diharapkan semua anak yang tidak sekolah bisa tersasar. Setelah itu diverifikasi, mereka inginnya kemana, apakah melanjutkan pendidikan formal atau paket belajar. Kalau ada yang mau kerja, Disnaker akan memberikan pelatihan,” papar Ery. Kedepan, upaya penanganan akan lebih diefektifkan supaya angka putus sekolah bisa semakin turun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here