1.200 Guru GTT Menunggu Nasib

PURWOREJO, SM Network – Rencana pemerintah untuk menghapus status Guru Tidak Tetap (GTT) akan berdampak pada 1.200 GTT di Kabupaten Purworejo. Selain tidak memiliki masa depan karier yang jelas, mereka juga terancam tidak dapat melanjutkan pengabdianya sebagai seorang pendidik.

Menyikapi hal tersebut, Ketua PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Kabupaten Purworejo, Irianto Gunawan, belum lama ini mengungkapkan, pihaknya akan berusaha memastikan nasib GTT agar tetap dapat melanjutkan pekerjaan sebagai tenaga didik.

“Kami akan berusaha mempertahankan GTT agar tidak dihapus. Pasalnya, sekolah-sekolah masih membutuhkan, menurutnya tidak ada yang bisa menghapus keberadaan guru tidak tetap. Kita harus mencari solusi apa yang bisa dilakukan oleh pemerintah,” ujar Gunawan.

Dalam waktu dekat, lanjut Gunawan, pihaknya juga akan melakukan rapat dengan pengurus PGRI lama guna melakukan koordinasi dengan Bupati dan DPRD dan Kepala Dinas agar dapat terakomodir semua program yang telah direncanakan oleh para bidang.

Menurutnya, kesejahteraan guru masih perlu diperhatikan, utamanya bagi mereka yang tidak memenuhi syarat kompetensi menjadi PNS atau PPPK. Padahal, jumlah yang tidak terakomodir PNS dan PPPK cukup banyak, dan telah mengabdi lama sebagai guru.

“Yang honorer itu nanti akan ada kompetensinya masing masing. Yang berkompetensi menjadi PNS silahkan jadi PNS, yang PPPK silahkan. Yang tak masuk keduanya itulah yang akan kita urusi bersama,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Purworejo, Sukmo Widi Harwanto, mengungkapkan, pemerintah daerah masih memerlukan peran GTT, mengingat banyak sekolah yang mengalami kekurangan tenaga ajar.

“Sampai dengan saat ini kami (Dindikpora Purworejo) masih kekurangan 1.700 guru sekolah dasar (SD) dan 520 guru sekolah menengah pertama (SMP). Belum lagi tahun 2020-2021 guru yang pensiun jumlahnya cukup tinggi,” katanya.

Sukmo Widi, berharap, pemerintah pusat dapat mengeluarkan kebijakan yang dapat mengakomodir guru yang berstatus GTT. Meski tidak semua GTT memenuhi kompetensi, lanjut Sukmo, mereka sudah cukup banyak memberikan pengabdian di bidang pendidikan.

“Kami berharap ada solusi bagi GTT, yang sampai saat ini masih belum memiliki kejelasan status. Tentunya, kami juga tidak akan berhenti berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan guru, terutama bagi guru berstatus GTT,” pungkasnya.

Heru Prayogo

3 Komentar

  1. 79653 911237Great artical, I unfortunately had some problems printing this artcle out, The print formating looks just a little screwed over, something you may want to appear into. 699174

  2. 342197 363937I visited a great deal of web site but I conceive this 1 holds something extra in it in it 529728

  3. 391299 893040quite good post, i certainly enjoy this amazing website, persist in it 969047

Tinggalkan Balasan