1.125 Usaha Mikro terdampak Covid-19 Diberi Bansos JPE

PURWOREJO, SM Network – Sebanyak 1.125 usaha mikro yang terdampak pandemi Covid-19 di Kabupaten Purworejo diberikan bantuan sosial Jaring Pengaman Ekonomi (JPE).

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP) Purworejo, Bambang Susilo, mengatakan bahwa usaha mikro menjadi salah satu sektor perekonomian yang terdampak pandemi Covid-19 di Kabupaten Purworejo. Kondisi tersebut menyebabkan usaha mikro mengalami penurunan omset penjualan, penurunan asset, maupun tenaga kerja.

“Dibandingkan sebelum dan memasuki masa pandemi Covid-19, terdapat penurunan omset penjualan sebesar 58,93 %, penurunan asset sebesar 8,15 % dan penurunan tenaga kerja sebesar 23,15 %,” ungkap Bambang Susilo pada penyerahan bansos JPE kepada pengusaha mikro terdampak covid-19, di Pendopo Wakil Bupati, di Kutoarjo, Jumat (18/9). Penyerahan bansos JPE dilakukan oleh Wakil Bupati Purworejo, Yuli Hastuti.

Menyikapi dampak tersebut, Pemkab Purworejo memberikan bansos JPE kepada pelaku usaha mikro. Penerima bansos JPE tersebut sebanyak 1.125 usaha mikro terdampak Covid-19 yang tersebar di 16 Kecamatan, meliputi sektor produksi makanan minuman, pertanian, kerajinan, industri, perdagangan dan jasa. “Bantuan disalurkan mulai tanggal 11 September di lima wilayah per eks-Kawedanan,” imbuhnya.

Wakil Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, mengatakan bahwa di masa pandemi Covid-19 saat ini, hampir semua sektor kehidupan memang mengalami persoalan yang tidak ringan. Di sektor ekonomi, banyak perusahaan yang terpaksa gulung tikar, sehingga banyak karyawan yang kehilangan pekerjaan. Pihaknya berharap bansos JPE bagi usaha mikro tersebut dapat bermanfaat untuk mengurangi dampak pandemi.

“Mudah-mudahan bantuan dari APBD Purworejo ini dapat bermanfaat untuk mengurangi dampak ekonomi akibat Covid-19,” katanya.

Penyaluran bantuan JPE, lanjutnya, diharapkan juga dapat membantu pelaku usaha mikro untuk mempertahankan usaha yang dijalankan, bahkan untuk pengembangan usaha. “Bantuan yang tidak seberapa ini hendaknya jangan dilihat semata-mata dari nilainya, tapi sebagai wujud perhatian dan kepedulian pemerintah daerah,” tuturnya.

Yuli Hastuti menambahkan, saat ini pandemi Covid-19 gelombang kedua di Kabupaten Purworejo tercatat sudah lebih dari 500 orang terkonfirmasi Covid-19. Jumlah itu masih berpotensi terus bertambah, apalagi bila masyarakat semakin abai dalam menerapkan protokol kesehatan. Oleh karena itu, pihaknya menekankan agar masyarakat menjaga kewaspadaan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Memang di masa adaptasi kebiasaan baru (new habit), masyarakat boleh beraktivitas seperti biasa. Namun, kewaspadaan untuk pencegahan Covid-19 tetap menjadi prioritas, sehingga setiap aktivitas harus tetap menerapkan protokol kesehatan,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan