1.000 KK di Prambanan Terlayani Akses PDAM

SLEMAN, SM Network – Penanganan masalah akses air bersih di wilayah Kecamatan Prambanan sedang menjadi fokus PDAM Sleman. Selama ini, Prambanan dikenal sebagai daerah rawan kekeringan.

Hampir tiap tahun, kecamatan yang terletak di sisi paling timur Kabupaten Sleman itu membutuhkan droping air bersih. Namun sejak PDAM melakukan penetrasi pada Oktober lalu, Prambanan kini sudah berstatus zero droping.

“Dulu kebutuhan air bersih di Prambanan dilayani oleh OPPA (Organisasi Pengelola dan Pemakai Air), tapi sekarang sudah diambil alih PDAM. Per awal Oktober 2020, sesuai kebijakan Pemda sudah dipasang sambungan rumah bagi pelanggan di Prambanan,” kata Direktur PDAM Sleman Dwi Nurwata kepada Suara Merdeka, Senin (26/10).

Untuk tahap awal, PDAM menargetkan 1.000 KK di Prambanan mendapat akses layanan air bersih. Ribuan pelanggan itu tersebar di Desa Sumberharjo, Gayamharjo, dan Wukirharjo.

Sampai dengan menjelang akhir Oktober ini, pemasangan sambungan sudah terselesaikan bagi 450 pelanggan. Sisanya akan rampung hingga Desember mendatang.

Sebelumnya, PDAM telah melaksanakan uji coba selama tiga bulan pada Juli hingga September. Dari penilaian evaluasi, hasilnya cukup bagus bahkan layanan mampu menjangkau daerah perbukitan.

Hanya saja terdapat kendala berupa instalasi yang bocor. Kondisi ini, menurut Dwi, disebabkan instalasi sudah lama tidak digunakan dan sering kena tekanan tinggi.
“Kendala itu sudah ditangani bersama DPUPKP. Jaringan transmisi sudah selesai, tinggal mengerjakan jaringan distribusi dan sambungan rumah,” jelasnya.

Seluruh jaringan dan sambungan yang ada disesuaikan dengan spesifikasi standar dari PDAM. Pihaknya pun berharap ada umpan balik dari masyarakat. Bagi warga sekitar Prambanan yang butuh layanan PDAM diminta untuk segera mendaftarkan diri.

Disamping target 1.000 pelanggan di Prambanan yang sudah terdaftar, PDAM juga tengah fokus pada daerah yang belum terlayani sistem penyediaan air minum.
“Data seribu pelanggan yang menjadi target awal itu kami peroleh dari inventarisasi pemerintah desa, kecamatan, DPUPKP, dan OPPA. Tapi jika ada warga yang butuh, silakan mendaftar,” ujar Dwi.

PDAM sendiri sudah menyiapkan rencana peningkatan kapasitas debit air menjadi 20 liter per detik, dari yang sekarang eksisting 10 liter. Pemenuhan layanan di wilayah Prambanan dan sekitarnya diambilkan dari sumber Pendekan Sungai Opak di Berbah.

“Rencana tahun 2021, debit ditambah 10 liter per detik sehingga bisa mencover semua wilayah Kecamatan Prambanan. Sambil jalan, kami siapkan transmisi dan distribusinya,” tutup Dwi.(J1)

Tinggalkan Balasan